#HeadlineFokus Redaksi

Desa Puubenua Berbatasan Hutan Jadi Fokus Edukasi DBD PT Vale IGP Pomalaa

×

Desa Puubenua Berbatasan Hutan Jadi Fokus Edukasi DBD PT Vale IGP Pomalaa

Sebarkan artikel ini

Kolaka, portal.id – Angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kolaka berhasil ditekan hingga 0,4 persen pada 2025. Capaian itu menjadi indikator bahwa edukasi kesehatan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan memberikan dampak nyata.

Menyadari wilayah tropis seperti Sulawesi Tenggara masih rawan, PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali mengintensifkan program Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya. Salah satu sasarannya adalah Desa Puubenua, Kecamatan Baula, yang digelar Kamis (18/6/2026).

“Desa Puubenua memiliki karakteristik lingkungan yang membutuhkan perhatian khusus. Dikelilingi hutan dan perkebunan, potensi perkembangan nyamuk Aedes aegypti lebih tinggi. Karena itu kami ingin memastikan masyarakat paham cara mencegah penularan dan mengenali gejala sejak dini,” kata Health Educator PT Vale IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak.

Dalam sosialisasi di Balai Desa Puubenua, warga dibekali pemahaman gejala awal DBD, pola penyebaran, faktor risiko, hingga langkah penanganan cepat. Materi utama: jangan menunda membawa keluarga bergejala ke Puskesmas.

“Salah satu faktor tingginya angka kematian DBD adalah keterlambatan penanganan medis. Kami imbau warga segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika ada gejala. Ini kunci menekan angka kematian. Target 2026, kami tekan lebih rendah lagi dari 0,4 persen,” katanya.

PT Vale tidak hanya menyasar masyarakat. Program juga menyentuh penguatan SDM kesehatan. Pelatihan rutin diberikan kepada tenaga kesehatan, kader desa, dan petugas Posyandu di Kecamatan Baula dan Pomalaa. Mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan dan edukasi.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Vale yang aktif membantu kegiatan promotif dan preventif. Sinergi dunia usaha dan fasilitas kesehatan ini efektif meningkatkan kualitas pelayanan. Edukasi berkelanjutan membangun kesadaran warga untuk peduli kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Selain edukasi gejala, sosialisasi menekankan perilaku hidup bersih dan sehat. Warga diajak aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk lewat gerakan 3M: menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas penampung air.Partisipasi warga disebut faktor utama keberhasilan.

Tanpa keterlibatan masyarakat, upaya pemerintah dan swasta tidak akan optimal.Program Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya merupakan komitmen sosial PT Vale yang berorientasi pada pembangunan kualitas hidup di sekitar wilayah operasional. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama.

Di tengah tantangan perubahan lingkungan dan mobilitas tinggi, edukasi seperti di Puubenua menjadi strategi membangun ketahanan masyarakat terhadap penyakit menular.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari ekonomi. Tapi juga dari kemampuan kita menghadirkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya. Kolaborasi perusahaan, desa, nakes, dan warga adalah fondasinya,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id