#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Distan Kendari Dilibatkan Dampingi Masyarakat Penanaman Toga di Tiga Titik Pantau pada Verifikasi Kota Sehat 2025

×

Distan Kendari Dilibatkan Dampingi Masyarakat Penanaman Toga di Tiga Titik Pantau pada Verifikasi Kota Sehat 2025

Sebarkan artikel ini
Pengerjaan kebun toga di Kelurahan Mandonga

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah mempersiapkan verifikasi Kota Sehat tahun 2025 yang akan dilakukan oleh Tim Verifikator Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Dalam persiapan tersebut, Dinas Pertanian Kota Kendari turut serta dilibatkan untuk mendampingi masyarakat dalam penanaman tanaman obat keluarga (Toga) dan sayuran di tiga titik pantau yang sudah ditunjuk oleh tim kota sehat tahun 2025.

“Ketiga titik pantau kota sehat ini, yaitu Kelurahan Puuwatu, Kelurahan Mandonga dan Kelurahan Pudai,”ujar Kepala Dinas Pertanian Kendari Makmur melalui Kepala Bidang Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kota Kendari, Zulkarnaim, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (3/9/2025).

Dia menegaskan, keterlibatan dinas pertanian pada kegiatan ini, hanya sekedar mendampingi masyarakat untuk membenahi apa yang masih kurang sehingga hasil penanaman toga bisa maksimal.

“Di kebun toga itu, sudah ditanami berapa macam toga dalam bentuk polibag seperti tanaman jahe, serai, lengkuas, temu kunci, kunyit, kunyit putih, temu ireng dan tanaman obat lainnya. Penanaman toga ini, kontinu dilakukan masyarakat setempat,”jelasnya.

Selain menanam toga, masyarakat juga menaman jenis taman sayuran yang masa panennya cepat seperti kangkung dan bayam, dengan tujuan agar kebun itu bisa lebih produktif.

“Tentunya kami (dinas pertanian) berharap verifikasi kota sehat ini bisa berjalan lancar dan bisa meraih penghargaan kota sehat kategori Swasti Saba Wistara,”pungkasnya.

Tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah tanaman yang ditanam di pekarangan rumah untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan bumbu dapur bagi keluarga, seperti jahe, kunyit, kencur, lidah buaya, dan sirih. Tanaman ini berfungsi sebagai apotek hidup yang aman, murah, dan mudah didapat untuk mengatasi penyakit ringan, meningkatkan kesehatan, serta menambah nilai estetika pekarangan rumah.

Sebelumnya, Wali Kota (Walkot) Kendari Siska Karina Imran telah memaparkan program kota sehat 2025 dihadapan tim verifikator Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) secara virtual pada 21 Agustus 2025 di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari.

“Alhamdulillah, kami sudah ekspose penyelenggaraan program kota sehat dan optimis bisa meraih penghargaan kota sehat kategori Swasti Saba Wistara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Siska memaparkan program unggulan yang telah dijalankan, mulai dari penataan lingkungan, penguatan pelayanan kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, semua indikator yang ditetapkan sudah diupayakan secara maksimal.

“Kami yakin Kendari layak mendapatkan predikat tertinggi dalam ajang ini,” katanya.

Dia menuturkan tim verifikator masih memberikan sejumlah catatan perbaikan data, namun secara umum Kendari sudah siap. Semua dokumen yang dipersyaratkan telah disusun secara rinci, mulai dari data capaian kesehatan, dukungan infrastruktur, hingga partisipasi masyarakat.

“Sebenarnya kami sudah menempelkan secara komprehensif dan detail semua rangkuman program. Insyaallah hasilnya terbaik dan kita bisa meraih Swasti Saba Wistara 2025,” jelasnya.

Pemkot Kendari diberi waktu melakukan perbaikan dokumen oleh tim verifikator Kemenkes selama 2×24 jam. Siska yakin perbaikan bisa rampung dalam waktu 1×24 jam.

“Saya langsung atensi, jangan ditunda, semua harus cepat disempurnakan,” bebernya.

Ia menambahkan jika dokumen verifikasi ini mendapat respons positif dari pemerintah pusat, tahap berikutnya adalah verifikasi lapangan. Siska memastikan Pemkot Kendari siap menyambut dan menampilkan kondisi nyata di lapangan.

“Kalau dokumen dinyatakan sukses, tentu akan dilakukan verifikasi lapangan. Kami siap menyambut dengan penuh semangat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kota Sehat Kendari, La Ode Azhar juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Kendari.

Ia menyebut paparan wali kota Kendari sudah sangat komprehensif dan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah.

“Berdasarkan penilaian dari pusat, paparan Ibu Wali Kota Kendari sudah sangat komprehensif. Data yang diberikan sudah baik,” ujarnya.

Menurutnya, tim verifikator Kemenkes tidak hanya menilai hasil akhir tetapi juga melihat proses. Sikap tegas dan perhatian wali kota Kendari dinilai sebagai modal penting untuk membawa Kendari meraih predikat tertinggi.

“Tim pusat ingin melihat keseriusan, bukan hanya dokumen. Ibu wali kota sudah menunjukkan komitmen itu,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id