Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pertanian rutin melaksanakan pasar murah sebagai kegiatan pengendalian inflasi pangan daerah.
“Kami rutin melaksanakan pasar tani setiap hari Jumat di depan kantor Dinas Pertanian, salah satu tujuannya untuk membantu perekonomian para petani sekaligus dalam rangka mendukung program penanganan dampak inflasi pangan daerah,” kata kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto, di Kendari, Sabtu (25/5/24) .
Selain terpusat di Kantor Dinas Pertanian kata dia, kegiatan Pasar Tani juga dilaksakaakan pada moment pasar pangan murah yang dilakukan di seluruh kecamatan se Kota Kendari.
“Pasar tadi yang dilakukan pada beberapa moment mendapat sambutan baik dari masyarakat. Produk pertanian yang di jual di pasar tani kualitasnya sama dengan sayur yang dijual di pasar swalayan. Sayur yang dijual di pasar tani tersebut kualitasnnya sangat bagus, tidak seperti yang dijual di pasar traditional,” katanya.

Keberadaan pasar tani yang diyakini dapat menjaga stabilitas harga produk pertanian di pasaran disamping membantu perekonomian para petani lokal. Sementara bagi masyarakat pembeli akan memperoleh produk yang segar karena penjualnya adalah petani langsung mengambil dari lahan pertanian setempat.
Disamping itu, kegiatan dilaksanakan sebagai sarana dan wadah kelompok tani sekaligus sebagai wadah strategi untuk memasarkan komoditas hasil produksi tani,” katanya.
Dikatakan, sejak dihadirkannya Pasar Tani pada 2019, sudah memberikan dampak positif bagi para petani lokal yang ada di kota Kendari.
Bahkan terjadi peningkatan pada tahun 2022, di mana keuntungan para petani yang didapatkan meningkat cukup signifikan setelah dipromosikan.
“Beberapa hasil pertanian yang selama ini belum dikenal, sejak kita promosikan di Pasar Tani menjadi dikenal. Bahkan pasarannya bukan hanya untuk masyarakat Kota Kendari, tetapi ada yang sampai keluar kota,” katanya.

Menurut dia, Pasar Tani ini memang diperuntukkan sebagai media promosi hasil pertanian dari kelompok-kelompok tani di Kota Kendari, di mana, hingga saat ini ada kurang lebih 100 kelompok tani yang telah terdaftar di Dinas Pertanian Kota Kendari.
“Mereka bergerak pada budidaya tanaman pangan seperti jagung, ubi, padi serta buah-buahan dan sayur-sayuran,” katanya.
Dijelaskan, pasar tani diselenggarakan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan bahan pokok pokok berkualitas dengan harga terjangkau, serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan akses pokok pokok bagi masyarakat yang aman dan mencukupi.
Selain menyediakan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau masyarakat kata dia, juga berfungsi untuk memotong tatanan distribusi bahan pangan sehingga petani dapat memiliki keuntungan yang signifikan.
Beberapa hasil tani yang dijual dan dipromosikan di Pasar Tani yaitu sayur hidroponik, buah melon hidroponik, salak hidroponik, dan produk hortikultura lainnya.
Ia mengatakan, harga jualnya berada di bawah harga pasar, dengan kelebihan produk tidak menggunakan pestisida dan pupuk anorganik sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Bahkan beberapa produk hasil pertanian petani lokal tersebut telah memiliki sertifikat layak konsumsi dari BPOM.
Untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian tersebut, Dinas Pertanian Kota Kendari memberikan pembinaan seperti penggunaan pupuk organik.
“Di samping untuk keamanan pangan, pada saat kita mau promosikan untuk sertifikat layak konsumsi dari BPOM, jadi tidak menyusahkan kita,” ucapnya.
Ia mengaku pihaknya tidak membatasi kelompok tani yang ingin bergabung untuk mempromosikan dan menjual hasil pertaniannya. Harga jualnya pun berada di bawah harga pasar dengan kelebihan produk yang dijual yaitu tidak menggunakan pestisida dan pupuk anorganik sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.(adv)






