Kendari, portal.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Salah satunya melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang menyasar anak-anak taman kanak-kanak.
Kegiatan edukasi tersebut digelar di Mako Ditlantas Polda Sultra, Jumat (25/9/2026), dengan melibatkan peserta didik dari TK Bina Bangsa, Kecamatan Landono, dan TK Kuncup Pertiwi, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.
Dalam kegiatan itu, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai jenis rambu lalu lintas, cara menyeberang jalan dengan aman melalui zebra cross, serta pentingnya menggunakan helm berstandar SNI.
Materi keselamatan lalu lintas disampaikan secara interaktif melalui metode belajar sambil bermain. Cara tersebut dilakukan agar anak-anak lebih mudah memahami aturan dasar keselamatan di jalan.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sultra AKBP Arie Sumarni melalui Anggota Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sultra Brigadir Ruci mengatakan, edukasi sengaja diberikan sejak usia dini karena perilaku tertib berlalu lintas perlu dibentuk secara bertahap.
“Penanaman kesadaran sejak dini diharapkan dapat membentuk perilaku tertib dan mengutamakan keselamatan ketika mereka dewasa,” ungkapnya.
Menurutnya, edukasi Polsanak tidak hanya dilakukan melalui kunjungan ke sekolah. Ditlantas Polda Sultra juga melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang telah mengikuti program tersebut.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui penerapan materi yang telah diberikan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendapatkan masukan dari guru dan orang tua mengenai manfaat kegiatan.
Salah seorang orang tua murid TK Bina Bangsa Landono, Ibu Cici, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pengenalan aturan lalu lintas sejak dini dapat membantu anak memahami pentingnya keselamatan di jalan.
Hal senada disampaikan Guru TK Kuncup Pertiwi Ranomeeto, Ibu Khomalia. Menurutnya, kegiatan Polsanak tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai keselamatan berlalu lintas, tetapi juga membantu membangun kedekatan antara anak-anak dan polisi.
Dengan demikian, anak-anak diharapkan tidak lagi merasa takut terhadap polisi dan justru mengenal kepolisian sebagai pihak yang memberikan perlindungan serta edukasi.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian kenang-kenangan edukatif kepada para murid.
Ditlantas Polda Sultra berharap sinergi dengan pihak sekolah dan orang tua terus terjaga sehingga pendidikan keselamatan berlalu lintas dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.






