Portal.id, KENDARI – Tim peneliti dari STIE Enam Enam Kendari (https://www.stie-66.ac.id/) memulai riset strategis mengenai pemanfaatan hasil pangan lokal untuk mendongkrak pendapatan masyarakat di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Langkah ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara institusi akademik tersebut dengan Pemerintah Kabupaten Konut melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan.
Agenda riset ini diawali dengan seminar awal yang digelar di Wanggudu, Selasa (21/4/2026). Melalui penelitian ini, akademisi berupaya merumuskan strategi pengolahan pangan yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bumi Oheo.
Ketua tim peneliti, Abdul Razak, mengungkapkan riset ini mengintegrasikan peran dosen dan mahasiswa agar solusi yang dihasilkan memiliki pijakan teori dan data lapangan yang kuat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran hasil pangan yang dilakukan pengusaha UMKM. Hal itu menjadi bagian dari penguatan kompetensi akademik dan praktis,” ujar Abdul Razak.
Penelitian ini fokus pada tiga aspek utama, yakni implementasi pemanfaatan hasil pangan, kendala pemasaran, serta perumusan strategi pengembangan UMKM berkelanjutan. Abdul Razak menilai Konut memiliki kekayaan pangan lokal yang besar, namun masih memerlukan sentuhan inovasi agar berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Ia menegaskan hasil akhir dari kegiatan ini bukan sekadar laporan akademik di atas kertas.
“Kami berharap penelitian tersebut tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dan pengusaha UMKM,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konut menyambut baik inisiatif riset ini. Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Alham, menyatakan data dan rekomendasi dari para akademisi akan menjadi basis penting dalam menyusun kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.
Keterlibatan lintas sektor, mulai dari dinas terkait hingga mahasiswa, diharapkan dapat mengidentifikasi faktor penghambat pertumbuhan UMKM secara mendalam.
Rangkaian riset lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Fokus utamanya adalah memastikan penguatan UMKM berbasis pangan lokal dapat menjadi pilar stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan pasar yang makin kompetitif.












