#HeadlineKesra

DPK Sultra Bekerja Sama dengan Perpustakaan Nasional Gelar PILM

×

DPK Sultra Bekerja Sama dengan Perpustakaan Nasional Gelar PILM

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) menggelar kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) untuk kesejahteraan Provinsi Sultra dengan tema “Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Sultra Cerdas”, bertempat di Kantor Dinas Perpustakaan Provinsi Sultra, Rabu (2/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sultra yang diwakili Asisten III Sekda Sultra Sukanto Toding, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI bersama Rombongan, Ketua DPRD Sultra, Kemenkumhan Sultra, Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, Perwakilan OPD Provinsi Sultra, Para Kepala Sekolah SLTA, SLTP, SD, TK se-Sultra atau yang diwakili, Perwakilan Pegiat Literasi, Komunitas, Mahasiswa, Pelajar, Bursa Efek Indonesia dan Pejabat terkait.

Laporan Kegiatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra, Nur Saleh, merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Perpustakaan Provinsi Sultra bersama 17 Kabupaten/Kota dalam peningkatan literasi masyarakat yang ada di Sultra.

Bahwa tingkatan literasi menjadikan Perpustakaan sebagai madya transformasi bagi masyarakat, kegiatan peningkatan indeks literasi masyarakat untuk kesejahteraan ini sebagai usaha menciptakan ruang diskusi, penyampaian aspirasi, pemberian aspirasi serta sosialisasi dan diseminasi informasi terkait perpustakaan, budaya dan literasi, untuk mewujudkan tingkatan literasi terpenuhi yang bertujuan  untuk dapat menghasilkan ruang-ruang jasa yang berkualitas sebagai tingkatan penguasaan literasi yang tinggi.

“Perpustakaan Nasional RI berkomitmen memberikan pelayanan yang inklusif khususnya untuk kelompok masyarakat atau memaksimalkan penguatan budaya literasi, Perpustakaan Nasional RI sejak tahun 2020 terus bermitra dengan berbagi pemangku kepentingan karna penguatan budaya literasi merupakan tanggungjawab kita secara bersama. Hingga tahun 2022 Perpustakaan Nasional RI aktif menggaungkan Perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai salah satu solusi dari masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,”katanya.

Perpustakaan di seluruh Indonesia termasuk Perpustakaan yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, kata dia, memiliki kewajiban untuk memfasilitasi berbagai kegiatan yang bisa meningkatkan soft skill dan hard skill, masyarakat dapat secara mandiri meningkatkan kesejahteraannya.

“Oleh karna itu, tidak hanya Perpustakaan Nasional RI termasuk semua jenis Perpustakaan di Indonesia perlu bermitra dari pemerintah, pelaku usaha, pakar akademisi, serta organisasi kemasyarakatan dan media dalam mendukung ekosistem budaya literasi yang ideal. Selain itu antusias masyarakat dalam pemberdayaan Perpustakaan sebagai hal yang sangat penting dalam menciptakan ekosistem literasi di masyarakat, sehingga tujuan Perpustakaan berbasis inklusif sosial dan tujuan pembangunan yang berkelanjutan bisa tercapai secara tepat, bersamaan dengan hal tersebut sejak tahun 2023 Perpustakaan Nasional RI mempunyai transformasi Perpustakaan berbasis inklusif sosial untuk kesejahteraan solusi cerdas, pemulihan masyarakat pasca pandemi covid-19,”terangnya.

Tujuan kegiatan tersebut, kata dia, pertama meningkatkan usaha kesejahteraan masyarakat melalui tahapan literasi meliputi kemampuan membaca, kemampuan aksesibilitas, kemampuan memahami, kemampuan mengungkapkan ide, serta kemampuan menghasilkan barang dan jasa yang kedua meningkatkan  kemasyarakatan promosi tentang strategi perpustakaan dan budaya literasi tentang kesejahteraan masyarakat secara langsung yang bersifat informatif, komunikatif, edukatif, dan entertainment, yang Ketiga mendorong peningkatan apresiasi instan atau komunitas, kelompok masyarakat yang telah berkontribusi dan aktif pemberdayaan Perpustakaan dan penguatan literasi di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI, Ofy Sofiana mengatakan, salah satu upayanya dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sesuai dengan prioritas nasional yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka waktu menengah 2020-2024 dengan sejalan dengan hal tersebut tema Talk Show. Hari ini Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Sulawesi Tenggara dengan cerdas.

“Kita bersyukur bahwa keberadaan Perpustakaan Modern dengan bertaraf Internasional Provinsi Sultra sangat mendukung dalam mengimplementasikan Sultra yang cerdas, bukan hanya menyimpan dan meminjam buku saja, tetapi menjadi ruang kegiatan masyarakat dan pengembangan keilmuan serta ruang edukasi,”ujarnya.

Dikesempatan itu, sambutan Gubernur Sultra diwakili Asisten III, Sukanto Toding, mengatakan bahwa kegiatan pada hari ini adalah sebagai upaya bersama dari berbagi sektor yang saling bersinergi menjadikan Perpustakaan sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat sesuai visi misi kami mewujudkan Sultra Cerdas.

“Hal ini tentunya, menjadi kebanggaan bagi daerah Perpustakaan adalah tempat penyebaran pengetahuan dan meningkatkan tingkat literasi, serta kesadaran akan berbagai isu-isu sosial kemasyarakatan. Serta Perpustakaan juga dapat menjadi tempat belajar mandiri dan mendukung peningkatan keterampilan masyarakat, perlu kita sadari bersama bahwa investasi dalam pembangunan Perpustakaan yang berkualitas dan memadai tidak dapat dilihat dalam jangka pendek tetapi manfaatnya baru dapat dirasakan bagi masyarakat dan membuka secara resmi Talk Show PILM menuju Sultra cerdas,”pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan sertifikat Akreditasi Perpustakaan Kabupaten/Kota antara lain: Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Konawe, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Buton Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Wakatobi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Buton Selatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe Kepulauan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Buton, Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Konawe Utara dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari diserahkan langsung oleh Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI Ofy Sofiana didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra Nur Saleh.

Kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU Pengembangan Perpustakaan Inklusif Sosial antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra dengan Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Sultra, Rektor Universitas Sulawesi Tenggara dan Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id