Kendari, portal.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mempercayakan kepada pemerintah kota melalui Dinas Pertanian untuk memastikan hewan ternak sapi di Kota Kendari aman dari Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit hewan menular lainnya menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Anggota DPRD Kota Kendari,Laode Lawama SH, di Kendari, Jumat (24/5/24) mengatakan bahwa sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya Pemkot Kendari turun memastikan ternak sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun di kandang perumahan warga bebas dari segala macam penyakit menular.
“InsyaAllah PMK dan penyakit menular lainnya kita percayakan kepada Dinas Pertanian Pemkot Kendari dan mohon kiranya kepada masyarakat yang ingin berkurban untuk melaporkan agar kesehatan hewan kurban itu bisa diperiksa dan didata oleh pemerintah kota,” ucap Lawama.
Menjelang Hari Raya Idul Adha yang diproyeksikan jatuh pada 17Juni 2024, DPRD Kota Kendari juga akan mengundang dinas terkait untuk melaksanakan rapat kerja.
“Artinya untuk mempertanyakan kesiapan yang akan mereka lakukan menyambut pelaksanaan Hari Raya Idul Adha,” katanya.
Sebelumnya,

Pemkot Kendari melalui Dinas Pertanian Kota Kendari telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran PMK pada hewan ternak di Kota Kendari.
“Kami intens melakukan pemantauan dan p[emeriksaan terhadap hewan ternak ataupun hewan yang akan dikurbankan, tujuannya untuk mengintensifkan pengendalian dan penanggulangan penyakit mulut dan kuku hewan ternak di Kota Kendari,” kata Kadis Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda.
Ia mengungkapkan PMK adalah salah satu PHMS yang harus diwaspadai dan dicegah, karena bersifat akut dan dapat menyerang ternak, diantaranya, sapi, kerbau dan kambing.
Menurutnya, tingkat penularan penyakit ini mencapai 90%-100% dan menimbulkan kerugian ekonomi tinggi.
“Melalui dinas pertanian telah melakukan upaya-upaya untuk mencegah penularan PMK melalui kegiatan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular kepada hewan ternak,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan ada beberapa pengendalian dan penanggulangan PMK yaitu dengan membentuk tim respon cepat pengendalian dan penanggulangan terhadap penyakit mulut dan kuku.
Tim respon cepat yang dimaksud ini, untuk melakukan pemantauan lalu lintas ternak yang masuk wilayah Kota Kendari terutama yang potensial sebagai pembawa penyakit tersebut. Kedua melakukan rapat-rapat koordinasi
“Rapat koordinasi ini yaitu, untuk menyebar informasi dan edukasi kepada masyarakat, himbauan vaksinasi (PMK) dan membentuk personil check point dalam rangka pengendalian penyakit mulut dan kuku di Kota Kendari,” tambahnya.
Untuk personil check point, terdiri dari personil gabungan Dinas Pertanian Kota Kendari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Polresta Kendari, Kodim dan Dinas Perhubungan Kota Kendari.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kendari, Santiwati mengatakan bahwa pihaknyabelum menemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi ternak di Kota Kendari.
Kendati demikian, Pemkot melalui Dinas Pertanian terus menjaga kesehatan hewan ternak dengan menggenjot vaksinasi guna mencegah hewan ternak terpapar PMK.
“Meskipun sejauh ini, Kendari masih aman dari kasus PMK, namun vaksinasi PMK terus dilakukan agar ternak di Kendari tetap aman dari PMK melalui vaksinasi rutin,” ujarnya.
Dalam vaksinasi ini, selain melakukan jemput bola ke beberapa kandang peternak sapi, Dinas Pertanian dibantu beberapa stakeholder terkait juga mengawasi sapi-sapi yang keluar dan masuk Kendari di beberapa check point.(adv)






