#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

DPRD Kota Kendari Dukung Pemanfaatan Lahan Pekarangan Lewat Kendari Berkebun untuk Ketahanan Pangan Keluarga 

×

DPRD Kota Kendari Dukung Pemanfaatan Lahan Pekarangan Lewat Kendari Berkebun untuk Ketahanan Pangan Keluarga 

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Kendari Irmawati

Kendari, portal.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam pemanfaatan lahan kosong atau pekarangan lewat program “Kendari Berkebun” dalam upaya menjaga ketahanan pangan keluarga dan pengendalian inflasi di daerah itu.

Pemanfaatan lahan kosong ini digunakan agar lahan yang selama ini terbengkalai atau kosong dapat dimanfaatkan menjadi lahan untuk menanam tanaman yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Pemanfaatan lahan kosong tersebut merupakan program Dinas Pertanian Kota Kendari yang dicanangkan oleh Wali Kota Kendari dan Wakil Wali Kota Kendari untuk dapat dilaksanakan pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Saat ini program tersebut sudah dan sementara dilaksanakan di kantor dinas, kantor kecamatan, kantor kelurahan dengan berbagai macam jenis tanaman seperti cabai, tomat, jagung dan sayur-sayuran.

Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari Irmawati mengatakan, DPRD mendorong pemerintah kota untuk melaksanakan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong dan juga fasilitas umum untuk urban farming.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan salah satu bentuk kreativitas dan inovasi Pemkot Kendari dalam mengembangkan sektor pertanian dengan lahan yang ada.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemkot Kendari. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat,”kata Irmawati saat diwawancarai belum lama ini.

Legislator asal Partai Nasdem ini juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.

“Kewajiban pemerintah itu memfasilitasi atau menyediakan bibit untuk masyarakat agar program itu tetap jalan. Jadi pemerintah itu harus menjamin ketersediaan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong,”katanya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam. Karena, selain bisa bermanfaat bagi keluarga, hal itu juga bagian dari upaya dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Di lahan kosong itu, masyarakat bisa menanam cabai, tomat, jagung, dan sayur-sayuran yang mudah kita rawat dan bermanfaat,” jelasnya.

Ia menilai, tanaman tersebut dapat bermanfaat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tidak perlu membeli di warung, karena dengan begitu bisa dapat menghemat pengeluaran rumah tangga. Kemudian ia berharap masyarakat jangan membiarkan lahan kosong di pekarangan rumah.

“Saya yakin kalau ini dapat diterapkan dengan baik. Saya yakin bisa menciptakan ketahanan pangan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kebun di pekarangan rumah dapat menambah penghasilan keluarga,”jelasnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah kota memberikan dukungan kepada masyarakat yang tergerak untuk memulai kegiatan bertanam di pekarangan mereka melalui edukasi atau sosialisasi.

“Kita harapkan melalui kolaborasi antara pemerintah kota dan masyarakat dapat terwujud ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh warga Kota Kendari dalam memanfaatkan lahan kosong,” tutupnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan pekarangan rumah bukan sekedar tanah kosong, tetapi merupakan aset berharga yang dapat menjadi sumber pangan, kesehatan, ekonomi, dan kebahagiaan keluarga.

“Di tengah tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim, inisiatif memanfaatkan pekarangan melalui tanaman produktif, seperti sayur, buah atau obat keluarga adalah langkah nyata yang harus kita dorong bersama,” ujarnya, disela-sela peluncuran Program Kendari Berkebun di area Rumah Jabatan Wali Kota Kendari pada Kamis (23/7/2025).

Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberdayakan pekarangan di lingkungan masing-masing agar bisa menjadi dapur hidup yang menjamin stok pangan sehat, menjadi apotek keluarga dengan tanaman herbal seperti kunyit, jahe atau sereh, serta menjadi sumber penghasilan tambahan melalui penjualan surplus hasil panen.

“Pengembangan pekarangan menjadi kebun sayur organik atau pemanfaatan lahan sempit dengan teknik vertikultur sebagai kreativitas dan kolaborasi yang mampu menciptakan solusi nyata,” tuturnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id