Kolaka, portal.id – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan positif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menjaga ekosistem di area operasional Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Komisi I DPRD Sultra, Fajar Ishak Daeng Jaya, saat melakukan kunjungan lapangan bersama jajaran Komisi I dan Komisi II ke area Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa pada Rabu (15/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan legislatif meninjau langsung sistem pengolahan air dan infrastruktur lingkungan yang dibangun PT Vale. Fokus utama peninjauan adalah memastikan aktivitas industri tidak berdampak negatif terhadap sumber daya air yang digunakan masyarakat, terutama untuk sektor pertanian.
“Kami melihat langsung di living area ini ada perlakuan pengolahan lingkungan yang begitu baik, dalam rangka agar tidak mencemari air yang masuk ke persawahan masyarakat,” ujar Fajar Ishak di sela-sela peninjauan.
Menurut Fajar, langkah-langkah teknis yang diterapkan PT Vale menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga serius dalam memitigasi dampak lingkungan secara bertanggung jawab.
Selain meninjau fasilitas lingkungan, kunjungan ini juga menjadi wadah untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan klaim lahan. DPRD Sultra menekankan pentingnya penyelesaian masalah yang bersifat komprehensif dan berkeadilan.
DPRD mendorong agar setiap sengketa atau keluhan diselesaikan melalui verifikasi data yang akurat dan transparan, dialog terbuka antara perusahaan dan warga dan pelibatan pihak terkait untuk memastikan kepastian hukum.
“Kami mendorong penyelesaian secara komprehensif melalui verifikasi data, dialog, serta pelibatan seluruh pihak terkait,” tambah Fajar. Pendekatan kolaboratif ini dinilai kunci dalam menjaga kondusivitas sosial di wilayah terdampak industri.
Kunjungan kerja ini mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan sektor swasta. PT Vale melalui proyek IGP Pomalaa dinilai mampu menjadi benchmark atau percontohan bagi industri lain di Sulawesi Tenggara dalam menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian ekologi.
Dengan pengawasan aktif dari DPRD dan komitmen kuat dari korporasi, diharapkan kehadiran industri pertambangan dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat lokal tanpa mengorbankan kualitas lingkungan hidup.






