#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro Kendari

Gelar Rembuk Stunting, Forkopimda Se Kota Kendari Tandatangani Komitmen Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting

×

Gelar Rembuk Stunting, Forkopimda Se Kota Kendari Tandatangani Komitmen Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Guat Rembuk Stunging Pemkot Kendari tahun 2023

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar rembuk stunting melibatkan stakeholder terkait penanganan stunting. Pertemuan ini berlangsung di aula Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Kamis.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala perwakilan BKKBN Sultra, Asmar dan Forkopimda Kota Kendari dan dilaksanakan pula penandatanganan Komitmen percepatan pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Kota Kendari.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari Jahuding, mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari mengatakan, penanganan stunting harus didukung bersama, karena presiden telah mengeluarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

kadis Dalduk dan KB kendari, Jahudding memperlihatkan hasil penandatanganan bersama Komitmen Percepatan Pencegahan dan Penurunan Prevalensi Stunting Penurunan

“Stunting merupakan masalah yang krusial dan berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan kita, maka diperlukan penanganan yang holistik melibatkan berbagai pihak dan aspek secara berkelanjutan, diantaranya, aspek kesehatan, aspek keluarga, maupun aspek perilaku intervensi sensitif dan spesifik yang selama ini telah diupayakan, agar terus dilakukan secara terpadu oleh semua stakeholder yang ada di Kota Kendari,” katanya.

Kemudian implementasi dari Peraturan Presiden tersebut adalah rencana aksi nasional sebagai pedoman dan panduan bagi pemerintah pusat dan daerah hingga level Kelurahan dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting.

Menurut dia, untuk percepatan penanganan stunting dibutuhkan keseriusan dan komitmen kuat melalui kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja berkualitas.

Selain itu kata dia, penting membangun sinergi kolaborasi dan akselerasi bersama masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, serta pihak lainnya. Karena tanpa adanya komitmen dan sinergi yang kuat dan cepat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting, maka gerakan ini pastinya sia-sia dan dapat dipastikan kegiatan kita hanya sebatas seremonial belaka.

“Pemerintah Kota Kendari telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 24 pesen di tahun 2021 menjadi 19,5 persen di Tahun 2022. Pencapaian yang cukup signifikan ini, menempatkan Kota Kendari sebagai salah satu dari tiga kota percontohan penanganan stunting di Indonesia,” katanya.

Jahudding menargetkan, dengan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat atau stakeholder maka pada tahun 2024 nantinya prevalensi angka stunting di Kota Kendari bisa turun menjadi 14 persen.

“Target nasional penurunan prevalensi stunting sebesar 14 perseb di tahun 2024 yang juga menjadi target pemerintah kota Kendari angka ini cukup tinggi namun sangat realistis jika dikerjakan secara kolaboratif,” katanya.

Jahudding berharap dalam momen rembuk stunting ini ada deklarasi komitmen dari seluruh perangkat daerah maupun stakeholder lainnya terkait aksi yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan dalam upaya penanganan stunting penanganan stunting sampai tahun 2024.

Pj wali kota juga meminta di akhir tahun 2023 ini penurunan stunting di Kota Kendari harus menunjukkan perubahan yang signifikan. Sehingga tim percepatan penurunan stunting Kota Kendari, kecamatan, dan kelurahan segera menyusun strategi dan bersinergi, agar semua lini bergerak cepat dalam percepatan penurunan stunting terkhusus untuk 10 kelurahan dari 6 kecamatan yang menjadi lokus stunting.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id