#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Gerakan Pangan Murah di Balai Kota Kendari Diserbu Ribuan Warga, Wamendagri Apresiasi Pemkot Kendari

×

Gerakan Pangan Murah di Balai Kota Kendari Diserbu Ribuan Warga, Wamendagri Apresiasi Pemkot Kendari

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Gerakan Pangan Murah yang digelar di pelataran parkir Balai Kota Kendari, Jumat (29/5/2026), mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas inflasi dan ketahanan pangan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Wakapolda Sultra, unsur Forkopimda, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan harga bahan pokok tetap stabil.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengungkapkan rasa syukur atas konsistensi Pemerintah Kota Kendari dalam menggelar Gerakan Pangan Murah yang menurutnya telah dilaksanakan kurang lebih 200 kali.

“Alhamdulillah, Kota Kendari melalui Gerakan Pangan Murah ini, kalau saya tidak salah, kurang lebih sudah 200 kali pemerintah kota melaksanakan kegiatan seperti ini. Kami selalu menjaga bagaimana harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Menurut Sudirman, pemerintah tidak hanya fokus menghadirkan harga murah bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan agar para produsen lokal dan pelaku UMKM tetap dapat tumbuh dan berkembang.

“Kami juga menjaga supaya Kota Kendari tidak mengalami deflasi. Jangan sampai harga terlalu murah sehingga produsen kita justru kesulitan. Jadi melalui Gerakan Pangan Murah ini kami mengontrol agar harga tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat mampu membeli, namun produsen dan UMKM juga tetap bisa berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, pelataran parkir Balai Kota Kendari selama ini menjadi pusat pelaksanaan berbagai kegiatan pangan murah yang selalu mendapat antusias tinggi dari masyarakat.

“Bahkan sebelum Lebaran Haji, kami juga menggelar pangan murah di tempat ini. Tenda-tenda ini bahkan belum sempat dibongkar. Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus mendorong masyarakat berbelanja sekaligus menjaga stabilitas harga di Kota Kendari,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dalam arahannya menegaskan bahwa isu ketahanan pangan dan ketahanan energi menjadi perhatian serius pemerintah pusat di tengah tantangan global seperti pemanasan global dan cuaca ekstrem.

“Ketahanan pangan dan ketahanan energi menjadi konsen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat Indonesia. Selain isu pemanasan global dan cuaca ekstrem seperti super El Nino, ini tentu mempengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan kita,” ujar Wamendagri.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang baik. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I tahun 2025 disebut berada pada angka 5,61 persen, sementara inflasi nasional tetap terkendali di kisaran target pemerintah.

“Kita bersyukur ekonomi makro kita masih efektif. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 berada di angka 5,61 persen. Inflasi nasional juga masih berada di rentang target 1,5 sampai 3,5 persen, tepatnya sekitar 2,48 persen,” jelasnya.

Akhmad Wiyagus juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Kendari atas konsistensinya melaksanakan intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah yang dinilai menjadi salah satu yang terbanyak di Indonesia.

“Tadi saya mendapat laporan dari Bapak Wakil Wali Kota, Kota Kendari sudah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sekitar 200 kali. Ini luar biasa dan mungkin menjadi salah satu daerah terbanyak melakukan intervensi pasar dalam bentuk gerakan pangan murah,” katanya disambut tepuk tangan masyarakat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri yang selama ini rutin memimpin rapat pengendalian inflasi setiap pekan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Menurutnya, ketahanan pangan menjadi salah satu penopang utama resiliensi ekonomi nasional. Ia menyebut stok beras nasional di Bulog saat ini mencapai sekitar 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini menjadi hal yang menggembirakan. Ketersediaan beras di Bulog mencapai 5 juta ton dan ini tertinggi sepanjang sejarah. Tepuk tangan untuk para petani kita yang sangat produktif,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa ketersediaan pangan tidak akan berarti apabila masyarakat masih kesulitan mengakses bahan pokok dengan harga yang sesuai.

“Karena itu pasar murah menjadi bagian penting untuk membuka akses masyarakat terhadap bahan pangan yang tersedia di Bulog dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Wamendagri menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah maupun nasional.

“Stabilitas ekonomi tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Harus ada kerja sama dan gotong royong antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, para pengusaha, dan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.

Gerakan Pangan Murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang, cabai, hingga berbagai produk UMKM dengan harga lebih murah dibanding harga pasar. Warga yang hadir tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. (ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id