#HeadlineSulawesi Tenggara

Gubernur Sultra Dukung Bedah 200 Rumah, Sumbang Rp250 Juta untuk Program Gotong Royong

×

Gubernur Sultra Dukung Bedah 200 Rumah, Sumbang Rp250 Juta untuk Program Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dimulai dari rumah melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas lembaga.

Hal itu disampaikan Andi Sumangerukka saat menghadiri peluncuran Program Gotong Royong Bedah Rumah bagi masyarakat yang membutuhkan di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kendari, Rabu (30/9/2026).

Program tersebut digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sultra bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Tunas Muda Adhyaksa, Real Estate Indonesia (REI) Sultra, serta sejumlah pihak terkait dengan difasilitasi Pemerintah Provinsi Sultra.

Peluncuran program juga dilakukan secara serentak di 17 kabupaten/kota se-Sultra secara daring. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki hunian yang lebih layak.

Ketua BAZNAS Sultra Punardin, S.Ag., mengatakan program gotong royong tersebut menargetkan pembangunan sebanyak 200 unit rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Setiap rumah mendapatkan bantuan senilai Rp50 juta. Anggaran tersebut terdiri atas Rp20 juta melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) APBN dan Rp30 juta yang bersumber dari dana CSR yang dikelola BAZNAS.

“Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah pada desil 1 sampai 4,” kata Punardin.

Menurutnya, pelaksanaan program melibatkan BAZNAS Sultra, Tunas Muda Adhyaksa, REI Sultra, Satker Penyedia Perumahan Wilayah III Sulawesi serta sejumlah pihak lainnya.

Punardin juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluarga dengan kondisi rumah sesuai kriteria penerima bantuan agar berkoordinasi dengan balai perumahan. Hal itu penting agar penerima bantuan terintegrasi dengan data program perumahan nasional.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Sultra, Hj. Neyla Saida Anwar, MH., M.Hum., mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan zakat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar berupa hunian layak.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam memperluas manfaat bantuan.

Neyla juga berharap dukungan masyarakat melalui zakat, infak dan sedekah terus meningkat. Rumah yang telah dibangun, kata dia, juga harus dirawat oleh penerima manfaat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Kejati Sultra Dr. Sugeng Riyanta mengatakan Program Gotong Royong Bedah Rumah merupakan upaya menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai kekuatan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, program bedah rumah selama ini telah dilaksanakan pemerintah maupun berbagai lembaga, tetapi masih berjalan secara parsial.

“Melalui kolaborasi, program ini diharapkan dapat dilaksanakan lebih masif dan terarah,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, Kejaksaan melalui fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) turut mendampingi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam pelaksanaan program pembangunan rumah.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh dokumen pertanahan melalui program sertifikasi tanah yang dilaksanakan Badan Pertanahan Nasional.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan Program Gotong Royong Bedah Rumah merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat.Menurutnya, gagasan awal program tersebut disampaikan Kajati Sultra dalam rangkaian kegiatan HUT Adhyaksa. Gagasan itu kemudian dikembangkan menjadi program sosial yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Andi mengatakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebenarnya telah memiliki berbagai program bedah rumah. Namun, program-program tersebut perlu dikolaborasikan agar jangkauan manfaatnya semakin luas dan penerima bantuan lebih tepat sasaran.

“Dengan adanya gotong royong seperti ini, maka kita memulai kesejahteraan masyarakat itu dari rumah,” kata Andi.

Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Sultra secara pribadi menyumbangkan Rp250 juta untuk Program Gotong Royong Bedah Rumah.
Dukungan tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah pihak yang hadir. Donasi tambahan yang terkumpul secara spontan mencapai sekitar Rp400 juta.

“Ini bukan untuk siapa-siapa, ini untuk menyejahterakan masyarakat. Rumahnya harus jadi,” tegasnya.

Andi menilai hunian yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Setelah kebutuhan tempat tinggal terpenuhi, pemerintah dapat mendorong pemenuhan kebutuhan lainnya, termasuk pekerjaan dan peningkatan taraf hidup keluarga penerima manfaat.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan BSPS dan bantuan Program Gotong Royong Bedah Rumah kepada penerima manfaat. Selain itu, turut diserahkan sertifikat tanah serta 150 paket sembako kepada masyarakat.

Salah satu penerima manfaat, Abdul Rahman, warga penyandang disabilitas, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
Ia berharap pembangunan rumahnya dapat segera diselesaikan sehingga dirinya bersama keluarga dapat menempati hunian yang lebih layak.

Usai kegiatan, Gubernur Sultra bersama Wakil Gubernur, Kajati Sultra dan jajaran terkait meninjau lokasi rumah penerima manfaat di Kelurahan Mokoau.

Peninjauan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah dalam Program Gotong Royong Bedah Rumah.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id