Kendari, portal.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka meluruskan isu yang berkembang terkait persoalan Yayasan Ummusshabri Kendari dan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
Penegasan tersebut disampaikan saat Gubernur mengunjungi Yayasan Ummusshabri Kendari, Kamis (10/9/2026). Kunjungan itu sekaligus menjadi momentum silaturahmi bersama keluarga besar yayasan dan para siswa.
Andi Sumangerukka mengatakan, persoalan yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan status aset pemerintah daerah yang selama ini dimanfaatkan Yayasan Ummusshabri untuk kegiatan pendidikan.
Menurutnya, Ummusshabri merupakan yayasan yang sah dan telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di Sultra. Namun, keberadaan yayasan tersebut berada di atas aset milik pemerintah daerah sehingga diperlukan penataan dan penyelesaian secara tepat sesuai ketentuan.
“Dari 800 aset itu, mana yang bisa dilakukan secara cepat. Salah satunya Ummusshabri,” jelas Andi Sumangerukka.
Ia menegaskan, penataan aset tersebut bukan berarti Pemprov Sultra akan mengambil alih yayasan, mengusir guru maupun menghentikan aktivitas pendidikan yang selama ini berjalan.
“Tidak ada cerita nanti pemerintah mengambil alih, terus guru-gurunya disingkirkan semua, terus diambil alih. Bukan begitu. Itu omong kosong,” tegasnya.
Gubernur menjelaskan, penertiban aset dilakukan karena terdapat sekitar 800 aset pemerintah daerah yang menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kemudian mendapat perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pemprov Sultra kemudian melakukan pemetaan terhadap aset-aset tersebut untuk menentukan mana yang dapat segera diselesaikan, termasuk aset yang selama ini dimanfaatkan Ummusshabri.
Untuk mencari solusi, Pemprov Sultra telah berkoordinasi dengan Kejaksaan melalui pendapat hukum. Setelah pendapat hukum diperoleh, pemerintah daerah bersama pihak Yayasan Ummusshabri akan duduk bersama membahas mekanisme penyelesaian.
Pembahasan nantinya akan mempertimbangkan kemampuan yayasan, bentuk kontribusi, serta mekanisme pemanfaatan aset yang sesuai dengan ketentuan.
Andi menegaskan, pemerintah tidak akan serta-merta memberikan beban tertentu kepada yayasan tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kondisi Ummusshabri.
“Supaya nanti tidak bermasalah dengan pengganti saya, maka duduklah sama-sama, sehingga itu nanti harus dihasilkan kerja sama yang proporsional dan tidak saling merugikan,” katanya.
Ia berharap penyelesaian persoalan aset dapat memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak. Di sisi lain, kegiatan pendidikan di Ummusshabri juga diharapkan tetap berjalan dan semakin berkembang.
Gubernur turut mengapresiasi keberadaan Ummusshabri yang selama puluhan tahun telah mengelola lahan tersebut menjadi produktif melalui sektor pendidikan.
Ia berharap Ummusshabri tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sultra, tetapi juga mampu berkembang hingga dikenal di tingkat nasional.
Menurutnya, optimalisasi aset daerah merupakan bagian penting dalam mendorong kemandirian pemerintah daerah.
“Kita harus mandiri. Kalau kita tidak bisa mandiri, jangan berharap. Salah satunya, aset yang 800 itu harus kita kelola untuk adanya kemandirian,” tegasnya.
Ummusshabri Telah Berdiri 55 Tahun
Sementara itu, Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Supriyanto, mengungkapkan bahwa Ummusshabri telah berdiri selama 55 tahun dan sejak awal menjadi bagian dari gerakan pengembangan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara.
Ia mengatakan, perjalanan Ummusshabri tidak selalu berjalan mulus. Pada periode 1999 hingga 2012, jumlah peserta didik di berbagai jenjang bahkan berada di bawah 300 orang.
Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan sejumlah fasilitas pendidikan dan asrama. Setelah dukungan dari sejumlah pihak berkurang, yayasan berupaya secara mandiri mempertahankan keberlangsungan pendidikan.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa Ummusshabri terus berkembang hingga saat ini.
Supriyanto berharap proses penyelesaian persoalan aset yang dilakukan Pemprov Sultra dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu keberlanjutan pendidikan di Ummusshabri.
“Kami berharap penyelesaian persoalan ini dapat menghasilkan solusi terbaik, sehingga aktivitas pendidikan dan keberadaan Ummusshabri tetap berjalan serta terus berkembang,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Sumangerukka disambut antusias para siswa dan siswi Ummusshabri yang berjejer di lapangan sekolah. Para siswa tampak antusias menyambut kedatangan Gubernur, termasuk dengan bersalaman dan mengabadikan momen bersama.






