Menu

Mode Gelap
 

Bisnis · 7 Jul 2021 ·

Hasil Swab Antigen Tidak Berlaku, Wajib Tes Swab RT PCR Jika Ingin ke Sultra

  Ruang kabin penumpang di Pesawat Garuda Indonesia. Foto: ayojakarta.com Perbesar

Ruang kabin penumpang di Pesawat Garuda Indonesia. Foto: ayojakarta.com

Portal.id – Kewajiban melampirkan bukti tes Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) bagi pelaku perjalanan, kini berlaku bagi siapa saja yang ingin datang ke Sulawesi Tenggara.

Ketentuan ini sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Sultra nomor 550 / 2841 tentang ketentuan protokol transportasi selama pemberlakuan PPKM Mikro. SE diteken Gubernur Ali Mazi pada 6 Juli 2021 dan dinyatakan mulai berlaku sejak 6 hingga 20 Juli 2021.

Dalam SE tersebut ditegaskan pada poin 1, semua pelaku perjalanan melalui darat, laut dan udara yang  berasal dari luar Provinsi Sultra ke wilayah Provinsi Sultra diwajibkan melakukan tes Swab RT PCR.

Pada poin 2, pelaku perjalanan wajib melakukan isolasi mandiri (isoman) selama dua hari sebelum melakukan aktifitas seperti  biasa. Dan jika dalam proses isoman ditemukan gejala covid-19, wajib melakukan swab RT PCR ulang.

Selanjutnya, pada poin 3, jika hasil tes dinyatakan positif covid-19, diharuskan segera memberikan informasi ke Satgas Covid-19 setempat untuk keperluan testing, tracking dan treatment.

Sebelumnya kewajiban tes RT PCR hanya berlaku bagi para pelaku perjalanan untuk dari dan tujuan daerah di Pulau Jawa dan Bali sesuai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 6 – 20 Juli 2021.

Sementara itu, untuk pelaku perjalanan domestic di luar Pulau Jawa dan Bali yang menggunakan moda transportasi pesawat terbang berlaku kententuan dalam Surat Edaran Kemenhub Nomor 45 Tahun 2021 yang berlaku 5 hingga 20 Juli 2021.

Dimana dalam SE tersebut di poin c ditegaskan, untuk penerbangan dari atau ke bandar udara selain di Pulau Jawa dan Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam.

Selain itu bisa juga menggunakan bukti Rapid Test Antigen dengan hasil negatif yang sampelnya diambil dalam dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bocah Penambang Pasir Tewas di Sungai Malaoge Buton

19 Oktober 2021 - 09:44

Serapan Bulog Rendah, Petani di Koltim Dibayangi “Bencana” Gabah Murah

15 Oktober 2021 - 16:27

BEI Motivasi Generasi Muda Untuk Jadi Investor di Pasar Modal Lewat Gelaran CMSE 2021

14 Oktober 2021 - 15:28

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyampaikan keynote speech CMSE 2021. Foto: Humas BEI

Bulog Sultra Jamin Ketersediaan Beras Hingga Akhir Tahun, Stok di Gudang 9 Ribu Ton

14 Oktober 2021 - 11:31

Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Kembali Buka Layanan Uang Rupiah, Berikut Jadwalnya

13 Oktober 2021 - 18:51

Ratusan Ribu Guru Honorer Bakal Diangkat Jadi PPPK

24 September 2021 - 13:20

Trending di Fokus Redaksi
error: Share to copy paste !!