#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Jajaran Disdalduk dan KB Kota Kendari Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

×

Jajaran Disdalduk dan KB Kota Kendari Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluh dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari Abdul Haris Sahido

Kendari, portal.id – Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Kota Kendari, Jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Kendari menjadi orang tua asuh stunting, guna menurunkan angka stunting di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Bidang Kependudukan Penduduk Disdalduk dan KB Kendari Abd. Haris Sahido mengatakan, sebanyak 8 orang anak berisiko stunting di Kelurahan Benuanirae, Kecamatan Abeli mendapatkan bantuan dari Disdalduk dan KB Kendari.

“Setiap anak mendapatkan bantuan sebesar Rp15.000 per hari, namun pemberiannya dilakukan setiap bulan,” ujar Haris saat ditemui diruang kerjanya.

Haris menambahkan, bantuan dana dari para orang tua asuh di Disdalduk dilakukan selama 6 bulan.

“Kita sudah berikan bantuan dana selama 6 bulan mulai Januari sampai Juni 2025 kepada anak yang berisiko stunting di daerah itu,”katanya.

Bantuan untuk anak resiko stunting dihimpun dari jajaran Disdalduk dan KB Kota Kendari, dalam bentuk uang.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat berdampak baik bagi tumbuh kembang 8 anak resiko stunting tersebut,”harapnya.

Dia menambahkan, bantuan yang diberikan itu menjadi bagaian program Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting) sehingga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak agar anak stunting juga bisa hidup sehat dan berkembang seperti anak normal lainnya.

“Dengan program Genting, kami berharap seluruh anak yang berisiko stunting dapat ditangani. Tujuan besar kita adalah mewujudkan generasi emas 2045, yaitu Indonesia yang sehat, mandiri, maju dan bebas dari stunting serta penyakit,”ujarnya.

Di kesempatan itu, dia juga mohon bantuan kepada para orangtua agar lebih maksimal mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Serta terus memperhatikan perkembangannya.

“Langkah ini juga upaya kerjasama antara orang tua dan pemerintah untuk anak-anak kita semua,” tambahnya.

Kepala Disdalduk dan KB Kota Kendari Jahudding

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (Disdalduk) dan Keluarga Berencana Kota Kendari, Jahudding, mengatakan program Genting mulai menunjukkan hasil positif.

Angka stunting di Kota Kendari perlahan menurun, meski belum berada di zona aman. Karena itu, pihaknya mengingatkan semua pihak agar tidak lengah dan terus menjaga semangat gotong royong lintas sektor.

Saat ini terdapat 1.018 keluarga yang teridentifikasi memiliki risiko tinggi stunting. Identifikasi dilakukan berdasarkan enam indikator utama, termasuk akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan kondisi kehamilan berisiko seperti “4 terlalu” (terlalu muda/tua, terlalu sering, dan terlalu banyak anak).

“Setiap keluarga ini tidak hanya didampingi, tapi dijangkau secara holistik oleh berbagai sektor, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Perjuangan ini belum selesai. Target kita adalah menekan angka stunting hingga 14 persen secara nasional. Tanpa sinergi semua pihak, angka hanyalah angka. Tetapi jika kita bergerak bersama, itu akan jadi perubahan nyata,” tegasnya.

Dengan pendekatan whole of government dan whole of society, Kota Kendari kini menatap 2025 dengan langkah yang lebih pasti. Bukan hanya mengejar target nasional, tetapi menanam pondasi bagi generasi Kendari yang tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ia menjelaskan, stunting tidak hanya terlihat dari tinggi badan anak yang pendek. Lebih dari itu, stunting adalah gambaran ketimpangan gizi kronis yang berdampak panjang pada pendidikan, kecerdasan, hingga produktivitas anak di masa mendatang.

Suasana rapat lintas sektoral pendataan keluarga untuk sasaran program penekanan stunting di Kecamatan Poasia oleh Disdalduk dan KB Kota Kendari

“Program Genting mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Tidak hanya dalam bentuk bantuan gizi, tetapi juga edukasi pola asuh, pemantauan kehamilan, dan dukungan untuk menjaga jarak kelahiran,” katanya.

Berdasarkan data terkini dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, angka stunting di Kota Kendari masih berada di angka 25,7 persen. Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat angka yang lebih rendah, yakni 20 persen. Meski terjadi penurunan, capaian itu belum mencapai target nasional 2025, yakni 18,8 persen.

Menanggapi hal tersebut kata Jahudding, Pemerintah Kota Kendari menyiapkan strategi terpadu yang menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat. Mulai dari pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, peningkatan kualitas layanan posyandu dan puskesmas, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak. Namun, intervensi saja tidak cukup, karena yang terpenting lagi adalah kolaborasi lintas sektor dan evaluasi menyeluruh terhadap program setiap OPD adalah kunci.

Jahudding menekankan pentingnya pemanfaatan data keluarga berisiko stunting secara presisi dan menyeluruh, agar setiap langkah benar-benar menyasar kebutuhan di lapangan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id