Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, SUlawesi Tenggara (Sultra) menggelar lomba kebersihan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kantor Kecamatan, kantor intansi vertikal dan Kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN( yang ada di Kota Kendari.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hudup dan kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Rusmin, mengatakan pelaksanaan lomba kebersihan merupakan, salah satu rangkaian peringatan HUT ke-192 Kota Kendari.
“Dalam lomba kebersihan kali ini, kami menilai seluruh OPD, Kantor Kecamatan, kantor vertikal dan lembaga BUMN yang ada di Kota Kendari,” katanya.
Menurut dia, tujuan keiatan ini agar seluruh layanan masyarakat bisa memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga, sehingga menciptakan kenyamanan dalam pelayanan.

“Tujuan akhir dari penilaian ini adalah membiasakan kantor bersih dan bisa senyaman mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Disebutkan, terdapat tujuh indikator penilaian lomba, diantaranya, kebersihan area kantor, kebersihan drainase, Ruang Terbuka Hijau (RTH), pemilahan sampah, kebersihan toilet, kerapihan serta penanganan dan pengurangan sampah.
“Setelah dipantau aman, diberikan nilai. Range nilainya 0 – 50 poin dan 51 – 100 poin. Jika dapat nilai 0 – 50 poin akan mendapatkan bendera hitam, sementara nilai 51 – 100 poin akan mendapatkan bendera putih. Pemberian bendera hitam atau putih akan berpengaruh terhadap kinerja kepala OPD maupun Camat,” katanya.
Kepala Dikmudora Kendari, Saemina, yang telah dinilai kantornya menyambut baik pelaksanaan lomba kebersihan tahun ini. Menurutnya, lomba ini sangat positif dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami sudah melaksanakan beberapa perbaikan. Misalnya, pada bagian pelataran dan pengelolaan sampah. Kami optimis bisa memenangkan lomba ini. Semua gotong royong membersihkan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari, Asmazwa Tosepu, meminta camat dan lurah terus mendekati masyarakat agar mau bersama-sama terlibat dalam menjaga kebersihan Kota Kendari, dimulai dari lingkungan masing-masing baik ada penilaian adipura maupun tidak ada.

Selain itu, Pj wali kota menginginkan agar para kepala OPD tetap menjaga kebersihan di kantor masing-masing sehingga saat tim penilai datang kantor manapun yang dia inginkan tidak masalah, sebab semua kantor punya standar kebersihan yang sama.(ADV)






