Kendari, portal.id – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Asep Heri, melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PT. Aneka Tambang (Antam) bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Utara (Konut), berlangsung di Hotel Claro Kendari (4/6/2024).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Provinsi Sultra, Kepala Bidang Survei dan Pengukuran Kanwil BPN Provinsi Sultra, Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Provinsi Sultra, Jenderal Manager Antam dan bersama rombongan, seluruh Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten/Kota se-Sultra atau yang diwakili, Kadis Kominfo Provinsi Sultra diwakili Pranata Humas, Sekdis Kota Kendari dan Pejabat terkait.
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara PT. Aneka Tambang dan Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Sultra bersama Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kolaka dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Utara serta penyerahan Hibah dari PT. Antam ke Kantor Pertanahan Kabupaten Kolaka yaitu hibah halaman kantor dan ruang arsip. Selain itu juga, PT. Aneka Tambang akan memberikan bantuan printer duplex dalam rangka mendukung penerbitan sertifikat elektronik.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan menyusun perjanjian kerjasama ini sampai dengan hari ini,” ucap Anando Hendra Setiawan dalam sambutannya.
Perjanjian ini, kata dia, merupakan langkah strategis corporate yang akan menjadi dasar pelaksanaan kerjasama di bidang Agraria atau Pertanahan dan Tata Ruang di Sulawesi Tenggara.
“PT Aneka Tambang adalah bagian dari holding BUMN pertambangan yaitu: Mining Industry Indonesia (MIND ID), sehingga Perjanjian Kerja Sama atau PKS yang di tandatangani hari ini adalah kelanjutan atau turunan dari nota kesepahaman atau MoU antara MIND ID dan Badan Pertanahan Nasional di Jakarta,”katanya.
Semua pihak, katanya mengharapkan kerjasama ini akan membawa dampak positif dan signifikan, terutama masyarakat di Sulawesi Tenggara serta menjaga komunikasi yang baik dan meningkatkan koordinasi di segala lini.






