#HeadlineFokus RedaksiPendidikan & BudayaSulawesi Tenggara

Kakanwil Kemenag Sultra Buka Workshop PKB Guru Matematika Se-Kota Kendari

×

Kakanwil Kemenag Sultra Buka Workshop PKB Guru Matematika Se-Kota Kendari

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sultra, H. Mansur, S.Pd., MA membuka secara resmi Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Matematika se Kota Kendari yang diselenggarakan MGMP Matematika MTs Kota Kendari di Laboratorium Komputer MTsN 1 Kendari, Selasa (13/1/2026).

Hadir Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sultra Hj. Sitti Mardawiah Kasim, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari Hj. Marni, Kepala MTsN 1 Kendari, Katim Kerja Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sultra, Panitia dan peserta.

Dalam sambutannya, Kakanwil menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan kemajuan bangsa dan pembelajaran matematika tidak hanya tentang angka, tetapi juga membentuk generasi kritis yang tidak mudah menerima informasi tanpa memverifikasi kebenarannya.

“Workshop ini mendukung program Asta Protas Kementerian Agama untuk mewujudkan Madrasah yang ramah, unggul, dan terintegrasi. Di era transformasi digital ini, anak-anak harus diajarkan berpikir kritis agar tidak mudah terpapar hoaks dan informasi yang keliru,” ujarnya.

Mansur juga menyinggung guru yang menggunakan metode mengajar yang sama selama bertahun-tahun tanpa pembaruan. Menurutnya, Guru Matematika harus didorong untuk mengubah paradigma mengajar. Harus ada banyak jalan menuju jawaban, bukan hanya satu cara saja yang dianggap benar.

“Selain berpikir kritis, pembelajaran matematika juga menekankan ketelitian. Program ini diharapkan mampu mengembangkan kompetensi guru agar dapat menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan setiap siswa di kelas,” sebutnya.

Untuk itu Mansur menekankan pentingnya kolaborasi antar guru dan penanaman kejujuran intelektual dan mendorong inovasi pembelajaran melalui sistem team teaching.

Mansur menilai, seharusnya dalam satu kelas matematika tidak cukup satu guru, tapi minimal dua atau tiga guru yang berkolaborasi. Menurutnya, sistem ini tidak mengurangi jam mengajar karena masing-masing guru tetap membawa tujuan pembelajaran yang dikolaborasikan.

Untuk bisa mewujudkan hal ini, lanjut Mansur, guru harus mengenyampingkan egosektoral dan terus meningkatkan kompetensinya. Ia mengajak guru untuk membentuk “super team” seperti yang dicanangkan Menteri Agama, bukan bekerja sendiri-sendiri seperti “superman”.

Kakanwil juga menyoroti masalah kejujuran intelektual di kalangan siswa. Ia meminta guru tidak hanya menilai dari angka semata, tetapi juga menghargai siswa yang jujur meski nilainya rendah, karena mereka memiliki integritas tinggi.

Workshop ini, lanjut Mansur, menargetkan guru mampu membekali siswa dengan kecerdasan abad 21, yaitu kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkarakter, dan berdaya saing.

“Untuk memajukan Madrasah, semua pihak harus memiliki visi dan ideologi yang sama. Bukan lagi saatnya guru hanya berhadapan dengan pembelajaran konvensional. Guru harus kreatif dan bisa berkomunikasi dengan baik,” tandasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id