Kolaka, portal.id — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., melakukan kunjungan langsung ke MTs Annurain Tanggetada serta MI dan MTs Al Mujtahid Watubangga Kabupaten Kolaka, yang terdampak bencana banjir dan angin puting beliung, Rabu, (25/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap kondisi madrasah-madrasah yang mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kolaka pada hari minggu 22 Februari 2026 lalu.
Banjir yang terjadi menyebabkan sejumlah ruang belajar terendam, fasilitas pembelajaran rusak, serta mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Dalam kunjungan tersebut, H. Mansur secara simbolis menyerahkan donasi senilai Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) yang bersumber dari Tanggap Darurat Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tenggara yang diterima Kepala Kantor Kemenag Kab. Kolaka, Hj. Erna Kemala Raden untuk selanjutnya diserahkan kepada kedua madrasah yang terdampak. Dana bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pemulihan sarana dan prasarana madrasah yang rusak, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
Dalam kesempatan tersebut, H. Mansur menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa kedua madrasah tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran jajaran Kanwil Kemenag Sultra merupakan bentuk solidaritas dan komitmen untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan bahwa madrasah tidak berjalan sendiri menghadapi ujian ini. Pendidikan anak-anak kita harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga memberikan semangat kepada para kepala madrasah dan guru agar tidak patah semangat dalam menghadapi cobaan ini.
“Kami hadir sebagai bentuk kehadiran negara dan perhatian Kementerian Agama kepada keluarga besar madrasah yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat membantu perbaikan sarana dan prasarana yang rusak dan mempercepat proses pemulihan,” pungkas H. Mansur.






