Kendari, portal.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Seksi Bimas Islam melaksanakan Sosialisasi dan Launching Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kota Kendari Tahun 2023, Selasa (25/7).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kemenag Kota Kendari Paharuddin.
Mengawali sambutan, Kepala Seksi Bimas Islam H. Marwijid menyampaikan, tahun ini pelaksanaan launching kampung moderasi beragama dilaksanakan pada dua titik lokasi yakni pada kecamatan Baruga dan Kecamatan Wua-Wua.
“Kegiatan launching kampung moderasi beragama secara nasional dilaksanakan pada Rabu, 26 Juli 2023) oleh Menteri Agama RI,”katanya.
Sementara itu, Plh Kepala Kemenag Kota Kendari Paharuddin mengatakan, kampung moderasi beragama sebagai manifestasi dari program strategi Kementerian Agama dalam menciptakan moderasi beragama dalam lini sendi kehidupan masyarakat.
“Tujuan utama dari kampung moderasi beragama yakni menciptakan kerukunan dengan menghindarkan berbagai perbedaan dari berbagai aspek agama, suku, budaya, pekerjaan, dan prekonomian,”kata Paharuddin yang juga sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Kendari.
Ditempat yang sama, Lurah Kelurahan Baruga Burhanuddin Daming selaku salah satu pemateri mengatakan, wujud kampung moderasi adalah terciptanya toleransi dalam lini kehidupan masyarakat.
“Kampung moderasi beragama tidak hanya terkait kehidupan beragama tapi seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat,”ujarnya.
Pada pelaksanaan sosialisasi KMB ini juga menghadirkan pemateri dari Forum Kerukunan Ummat Beragama Provinsi Sultra, MUI Sultra, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat.
Sedangkan Perwakilan MUI Jahada mengatakan akar dari terciptanya moderasi beragama adalah rasa persaudaraan yang tercipta dalam masyarakat yang dapat memperkecil berbagai perbedaan yang ada pada masyarakat.
Sejalan dengan pernyataan perwakilan MUI Ketua FKUB Provinsi Sultra KH. Riha Madi dalam menciptakan kampung moderasi beragama dapat tercipta dengan tidak memperbesar perbedaan dalam suatu pemahaman.
Sosialisasi dan launching kampung moderasi beragama ini di ikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, penyuluh agama islam, dan perwakilan warga masyarakat.






