Pendidikan & BudayaSulawesi Tenggara

Kemenag Sultra Dorong Penerapan Eco Office di Lingkungan Kerja dan Satuan Pendidikan 

×

Kemenag Sultra Dorong Penerapan Eco Office di Lingkungan Kerja dan Satuan Pendidikan 

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara melaunching Gerakan Eco Office (Kantor Ramah Lingkungan) sebagai komitmen budaya kerja untuk menciptakan lingkungan perkantoran yang berkelanjutan, sehat, dan efisien.

Launching Eco Office oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., dirangkaikan dengan peluncuran GERNASRANA (Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak) di lingkungan pendidikan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (22/7/2026).

Turut Hadir, Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sultra, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sultra Prof. Dr. H. Aris Badara, S.Pd., M.Hum, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB), Dr. Muhammad Rajulan ST, M.Si, Kepala Kemenag Kab/Kota se Sultra, sejumlah Kepala Madrasah Negeri dan Pimpinan Lembaga/Kepala Sekolah Keagamaan Kab/Kota dan ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra.

Kakanwil menyampaikan, Gerakan ini berfokus pada pengurangan sampah plastik, mengurangi penggunaan kertas (paperless) dan beralih pada sistem digitalisasi, efisiensi energi (listrik) dan air, pengelolaan sampah, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang kerja.

“Lingkungan kerja dan sekolah yang bersih, hijau dan asri, mampu menghadirkan produktivitas serta mencerminkan komitmen pelayanan yang berkualitas,” ungkap Mansur.

Ia menegaskan, Kanwil Kemenag Sultra akan terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang ramah lingkungan melalui budaya kerja yang menjaga kebersihan, efisiensi penggunaan energi, serta keberlanjutanbaik di sekolah maupun kantor.

“Komitmen ini, untuk terus menjaga keseimbangan antara pelayanan prima dan kepedulian terhadap lingkungan demi terwujudnya birokrasi yang profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, Kakanwil juga mengajak seluruh satuan pendidikan untuk terus melakukan transformasi tata kelola, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan kertas.

Ia juga mengapresiasi berbagai upaya pelestarian lingkungan yang diwujudkan melalui program dan kegiatan nyata, bukan sekadar slogan atau wacana. Menurutnya, pemanfaatan lingkungan dan pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari budaya pendidikan.

“Program lingkungan tidak cukup hanya diluncurkan dalam bentuk kata-kata, tetapi harus diimplementasikan secara nyata,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi diperkuat sehingga lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat saling melengkapi dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id