#Advetorial#HeadlineDaratan SultraFokus RedaksiMetro KendariSulawesi Tenggara

Kendari Bergerak, Menata Kawasan Kali Kadia Menjadi Objek Wisata Baru

×

Kendari Bergerak, Menata Kawasan Kali Kadia Menjadi Objek Wisata Baru

Sebarkan artikel ini
OBjek Wisata Baru Kawasan Kali Kadia

Kendari, portal.id – Pembenahan dan penataan Kawasan Kali Kadia terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) guna menjadikan tempat itu sebagai icon atau objek wisata terbaru di jantung Kota Kendari yang tepat berlokasi di Kelurahan Bende.

Sejak tahun 2019 pengerjaan dan penataan Kali Kadia terus dilakukan hingga di akhir tahun 2022 penataan tersebut telah rampung 100 persen dikerjakan.

Penjabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, mengatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar untuk menata kali kadia. Kini hasilnya sudah kelihatan, kali kadia sudah bersih dan bisa jadi spot wisata bagi masyarakat.

Penampakan bantaran Kali Kadia kini semakin tertata sehingga dapat menarik khususnya masyarakat Kota Kendari untuk menjadikan tempat bersantai dan menjadikan tempat wisata.

salah satu sudut Kawasan Kali Kadia yang menjadi Objek wisata baru di Kendari

Tidaklah berlebihan, kalau kawasan kali Kadia didedikasikan sebagai spot wisata baru. Pasalnya, sisi Kali Kadia sudah ditata semenarik mungkin. Lengkap dengan fasilitas jogging track, lampu hias, dan railing dari besi stainlees anti karat.

“Sangat cocok digunakan untuk berolahraga atau berwisata diakhir pekan. Untuk itu kami harapkan masyarakat bisa menjaga lingkungan diseputar kali kadia,” katanya.

Bukan hanya itu, penataan Kali Kadia bukan hanya mempercantik view sungai, melainkan meningkatkan fungsinya sebagai pencegah banjir. Hal tersebut didukung rencana pemasangan rang penahan sampah dan lumpur dari hulu.

Berharap pada masyarakat agar dapat  menikamatinya dan juga memelihara, serta menjaga sehingga penataan suasana di Kali Kadia ini bisa terus dinikmati dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

titik jogging track di Kawasan Kali Kadia

Teranyar, sebagai tindak lanjut dari upaya penataan dan pembenahan berkelanjutan terhadap kawasan tersebut, yakni penataan lapak pedagang yang menjadi bagian dari kawasn itu karena selama ini  kesannya kumuh sehingga mengurangi nilai estetika dan keindahan kawasan itu.

Untuk itu, saat ini sedang dilakukan upaya merelokasi kurang lebih 114 pelaku usaha atau pedagang di kawasan itu ke beberapa pasar tradisional yang ada di Kendari seperti Pasar PLK Kendari, Pasar Kadia dan beberpa titik lainnya.

Upaya relokasi dilakukan dalam rangka menjaga kondisi sungai tetap bersih dan tetap berfungsi dengan baik sebagai saluran air, sehingga perlu dilakukan penataan ulang agar kekeradaan pedagang menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan wisata baru tersebut.

Rapat penataan kawasan Kali kadia dan relokasi pedagang

Pj Wali Kota saat memimpin rapat relokasi pedagang, Kamis (25/5/25) meminta agar dilakukan penataan di Pasar pedagang kaki lima (PKL) sebelum pemindahan dilakukan. Sehingga butuh dukungan sejumlah OPD diantaranya, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Dinas PU bisa meminjamkan alatnya untuk meratakan lahan Pasar PKL yang masih bergelombang, kemudian pak ketua Satgas Asisten I dan Kepala BPBD bisa membantu merapikan pohon di sana. Yang membutuhkan penanganan khusus hanya lapak penjual ikan dan daging yang rusak kena angin puting beliung,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini kondisi Pasar PKL masih bisa menampung banyak pedagang, sehingga bisa menampung pedagang kuliner dan pedagang buah yang berjualan di kawasan kali Kadia.

Pj Wali Kota saat pimpin rapat

Sekedar informasi, penataan kali kadi dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama pada 2019 dianggarkan sekira Rp 2,4 miliar diawali pemasangan Box Culvert sepanjang 207 meter disisi Jalan Antero Hamra, Tahap kedua 2021 dianggarkan Rp 2,9 miliar untuk pemasangan keramik dan railing sepanjang 207 meter plus box culvert 50 meter.

Masih ditahun yang sama (2021) pengerjaan masuk tahap ketiga meliputi penataan Kali Kadia disisi Jalan Antero Hamra sepanjang 174 meter dengan menelan anggaran sekira Rp 2,8 miliar.

Terakhir (tahap empat) penataan kali kadia disisi Jalan Kolonel H. Abdul Hamid (Pasar Buah) sepanjang 474 meter dan telah dianggarkan sebesar Rp 11 miliar. Penataan sudah termasuk penuntasan 5 meter penataan kali disisi Jalan Antero Hamra dan pemasangan rang penangkap sampah dan lumpur dari hulu sungai kali kadia.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id