Kolaka, portal.id – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menghadiri pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2027.
Kegiatan strategis ini digelar di Kabupaten Kolaka pada hari Selasa, 5 Mei 2026, dan menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang terintegrasi, khususnya bagi Kota Kendari sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pembangunan di wilayah tersebut.
Musrenbang kali ini merupakan yang kedua dilaksanakan dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang komprehensif, inklusif, dan tepat sasaran melalui pendekatan partisipatif atau bottom-up. Dengan metode ini, seluruh program dan kegiatan yang dirancang diharapkan dapat benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan, mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga provinsi, sehingga pembangunan dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar seremoni atau formalitas belaka, melainkan merupakan ruang strategis untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan masyarakat agar dapat ditangani secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya setiap usulan pembangunan harus didasarkan pada data yang akurat, valid, dan terukur agar tidak menjadi program yang hanya berjalan di atas kertas.
“Musrenbang ini adalah wadah utama kita merencanakan pembangunan. Prinsipnya sangat jelas, kalau suatu usulan tidak terakomodir di sini, maka akan sangat sulit ditindaklanjuti karena tidak masuk dalam perencanaan anggaran. Oleh karena itu, setiap usulan harus matang, berbasis data, dan benar-benar menjadi prioritas yang dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai perencanaan hanya menjadi formalitas tanpa makna,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka dengan tegas di hadapan seluruh peserta Musrenbang.
Dalam paparannya, Gubernur juga memaparkan capaian makro pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif dan menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,70 persen, angka yang dinilai sangat baik karena telah melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan secara signifikan, turun dari 10,63 persen pada tahun 2024 menjadi 10,14 persen di tahun 2025. Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai kebijakan pembangunan yang telah dilaksanakan memberikan dampak yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Secara khusus, Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi dan pujian kepada Pemerintah Kota Kendari atas capaian pembangunannya yang luar biasa. Dalam hal kualitas sumber daya manusia, Kota Kendari mencatatkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara bahkan menjadi rujukan, dengan nilai mencapai 86,36. Capaian gemilang ini menjadikan Kota Kendari sebagai salah satu daerah contoh terbaik dalam upaya peningkatan kualitas manusia di kawasan tersebut, bahkan berpotensi menjadi standar bagi daerah lain di tingkat nasional.
“Kota Kendari adalah etalase provinsi dan wajah dari Sulawesi Tenggara. Prestasi IPM yang diraih harus terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya, baik dari sisi infrastruktur pendukung, pelayanan publik yang prima, maupun tata kelola perkotaan yang semakin baik dan modern. Kendari harus terus menjadi contoh, penggerak, dan inspirasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya,” ujar Gubernur.
Selain mempertahankan kualitas di daerah yang sudah maju seperti Kendari, forum Musrenbang ini juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan sebagai agenda utama. Pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan menjadi perhatian khusus agar tidak terjadi kesenjangan yang terlalu jauh antarwilayah, sehingga seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata, tanpa terkecuali.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa partisipasi aktif Kota Kendari dalam Musrenbang ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh program prioritas daerah tetap selaras dengan kebijakan dan arah pembangunan provinsi. Ia sependapat bahwa perencanaan yang baik harus dimulai dari data yang akurat agar kebijakan yang diambil nantinya tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat menyadari pentingnya perencanaan yang berbasis data dan bukti nyata di lapangan. Perencanaan harus dimulai dari data yang akurat, sehingga program yang dijalankan nantinya mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung dan memberikan solusi yang efektif. Kami berkomitmen untuk terus menyelaraskan program kerja Kota Kendari dengan visi misi provinsi demi kemajuan bersama dan kesejahteraan seluruh warga,” ujar Wali Kota Siska.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Kendari berharap seluruh usulan prioritas pembangunan untuk tahun anggaran 2027 dapat terakomodasi dengan baik dalam dokumen perencanaan provinsi. Sinergi yang kuat dan harmonis antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Kendari diharapkan dapat terus berperan maksimal sebagai motor penggerak pembangunan di seluruh Sulawesi Tenggara. Keberhasilan Kendari dalam berbagai sektor, khususnya dalam peningkatan kualitas manusia yang mencapai angka 86,36, diharapkan dapat menjadi wajah kemajuan daerah yang membanggakan dan mampu menginspirasi kabupaten/kota lainnya untuk terus berbenah, berinovasi, dan maju bersama dalam membangun Sulawesi Tenggara yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing tinggi.






