Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai menyusun Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Stunting Tahun 2025–2029 dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, dan tenaga ahli. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Kendari, Rabu (29/7/2026).
FGD dipimpin Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kota Kendari, Atikasari. Forum ini menjadi langkah awal untuk menghimpun data, masukan, serta menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun dokumen yang akan menjadi pedoman percepatan penurunan stunting di Kota Kendari selama lima tahun ke depan.
Dalam arahannya, Atikasari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan data yang akurat agar strategi penanganan stunting dapat disusun secara tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi daerah.
“Keberhasilan upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah dan mitra terkait,” ujarnya.
FGD diikuti sejumlah instansi, di antaranya BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta berbagai bidang di lingkungan Bappeda Kota Kendari.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dan tenaga ahli di bidang kesehatan masyarakat dan gizi, yakni Dr. Sultan Akbar Toruntju, SKM., M.Kes., Dr. La Banudi, SST., M.Kes., Rasmaniar, SKM., M.Kes., serta Sudarmin, S.Gz., M.Gizi. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data, bukti ilmiah, dan kebutuhan riil masyarakat.
Selama diskusi, peserta membahas berbagai strategi percepatan penurunan stunting, mulai dari penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, penyediaan sanitasi dan permukiman yang layak, hingga optimalisasi edukasi serta komunikasi publik. Masing-masing perangkat daerah juga memaparkan program dan kontribusinya sesuai tugas dan fungsi dalam mendukung target penurunan prevalensi stunting.
Melalui penyusunan RAD Stunting 2025–2029, Pemerintah Kota Kendari menargetkan lahirnya kebijakan yang komprehensif, terintegrasi, dan implementatif. Sinergi lintas sektor yang dibangun diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi Kota Kendari yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.






