Kendari, portal.id – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Indonesia (DPW TMI) Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Abdul Muis, menegaskan kolaborasi antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), TMI, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri ramah tamah Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka di Kendari, Kamis (10/9/2026).
Menurut Abdul Muis, kehadiran Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding di Kendari yang sekaligus melantik 17 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kabupaten/kota se-Sultra di Aula Serbaguna Kantor Gubernur, harus dimaknai sebagai momentum konsolidasi besar organisasi petani.
“Kami menyambut positif kehadiran Sekjen DPN HKTI. Ini momentum strategis. Kalau HKTI dan TMI bergerak bersama di bawah koordinasi Pemprov Sultra, saya yakin kesejahteraan petani bukan lagi sekadar wacana,” ujar Abdul Muis.

Ia menilai, persoalan pertanian selama ini tidak hanya soal produksi, tetapi lemahnya ekosistem. Mulai dari infrastruktur, sarana produksi, kelembagaan petani, kepastian pasar, hingga hilirisasi yang belum maksimal.
Untuk itu, ia menawarkan konsep kolaborasi pentahelix, yakni pemerintah daerah sebagai pengarah dan penghubung, organisasi petani seperti HKTI dan TMI sebagai penggerak di lapangan, serta dukungan dari dunia usaha, akademisi, dan perbankan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, organisasi petani juga tidak bisa sendiri. Harus satu ekosistem. Pemerintah sebagai pengarah, organisasi petani dan pelaku usaha menjadi bagian dari ekosistemnya. TMI Sultra sangat terbuka untuk itu,” tegasnya.
Abdul Muis menambahkan, Sultra memiliki modal besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Modal tersebut tidak hanya ada di sektor tanaman pangan, tetapi juga perikanan dan peternakan yang jika dikelola secara terintegrasi akan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia pun mendukung penuh penguatan sinergi yang dikoordinasikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka.
“Dengan koordinasi Gubernur Sultra dan kolaborasi berbagai pihak, potensi yang ada bisa dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi dan pangan daerah. Yang kita kejar bukan sekadar produksi. Petani harus sejahtera, nelayan harus mendapatkan nilai tambah, dan peternak juga harus berkembang,” pungkasnya.






