Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus melakukan pembenahan program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam rangka meningkatkan kualitas hidup warga di kota itu.
“Salah satu alasan kita membentuk kampung KB bisa menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat Kota Kendari mulai dari gangguan kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi melalui keterlibatan berbagai lintas sektor,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Senin (1/9/25).
Disebutkan, jumlah kampung KB di Kota Kendari saat ini sebanyak 65 titik yang tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kendari, Kampung KB awalnya merupakan singkatan Kampung Keluarga Berencana kemudian oleh BKKBN Pusat merubahnya menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

“Awalnya, pembentukan hampung KB ini hanya satu per kecamatan, tetapi kemudian diperluas agar setiap kelurahan memiliki titik atau kawasan yang ditetapkan menjadi kampung KB,” katanya.
Jahudding mengatakan, program Kampung KB sangat penting digalakkan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan delapan fungsi keluarga yaitu fungsi ekonomi, lingkungan, agama, sosialisasi dan pendidikan, kasih sayang, perlindungan, budaya, dan reproduksi.
“Karena jika fungsi keluarga bisa ditingkatkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang diberikan, maka akan mempercepat pencapaian tujuan kampung KB seperti meningkatkan kepesertaan ber-KB, menurunkan Unmeet Need, penurunan angka kemiskinan, munurunkan angka stunting, dan menurunkan angka kematian ibu dan anak,” katanya.
Jahudding juga menyampaikan bahwa selama melakukan penyerapan aspirasi di masyarakat di kawasan kampung KB, masalah yang dominan seperti masalah anak putus sekolah, maraknya peredaran narkoba, masalah stunting, serta masalah pembangunan infrastruktur seperti drainase, sanitasi, dan pengelolaan sampah (lingkungan).

“Permasalahan dan masukan dari masyarakat itulah yang menjadi dasar bagi instansi lintas sektor untuk melakukan pembenahan,” katanya.
Disebutkan, lintas sektor terkait yang mengambil peran dalam menyelesaikan permasalahan di Kampung KB diantaranya Kantor Kemenag, Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan, Dikmudora, Dinas Koperasi, Dukcapil, PUPR dan Dinkes.
“Indikator keberhasilan kampung KB adalah apabila target yang ingin dicapai telah terpenuhi dan memaksimalkan delapan fungsi keluarga. Sinergitas lintas sektor melalui komitmen kuat pemerintah, dukungan masyarakat serta kerja keras Pokja Kampung KB menjadi kunci keberhasilan program kampung KB,” pungkasnya.
Menurut dia, Kampung KB di Kota Kendari telah menunjukan perkembangan yang baik.
“Pada bulan November 2024, kampung KB dengan klasifikasi dasar sebanyak 1 Kampung KB, klasifikasi berkembang sebanyak 44 Kampung KB dan klasifikasi berkelanjutan sebanyak 20 kampung KB,” ujarnya.

Kemudian, di bulan Desember 2024 kampung KB dengan klasifikasi berkembang sebanyak 44 kampung KB dan berkelanjutan sebanyak 21 kampung KB, artinya ada sedikit perkembangan.
“Saat ini Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari hanya bisa memberikan data perkembangan kampung KB untuk tahun 2024, untuk tahun 2025 ini kita masih rekap, insyaallah di akhir tahun 2025 kita akan berikan data perkembangan klasifikasi Kampung KB yang tersebar di 65 Kelurahan di Kota Kendari,” jelasnya.(adv)






