Kendari, portal.id – Dinas Pertanian Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyulap pekarangan kantor menjadi lahan pertanian. Sejumlah tanaman ditanam seperti pepaya, cabai dan sejumlah sayuran. Tanaman tersebut bahkan sudah beberapa kali dipanen.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur mengatakan, instansinya membuat lahan pertanian di kantor sebagai salah satu bentuk mendukung ketahanan pangan yang digaungkan oleh pemerintah. Hal ini juga tentu dapat menekan laju inflasi.
“Sesuai arahan Wali Kota Kendari untuk terus berbuat yang terbaik. Di sini kita juga ingin memberi motivasi kepada masyarakat, terutama yang mempunyai lahan kosong agar dimanfaatkan, sehingga bisa menjadi lahan produktif,” ucap Makmur di ruang kerjanya.
Makmur menjelaskan, penanaman sayuran di pekarangan kantor atau rumah sangat membantu, warga tentu tidak lagi terlalu ketergantungan dengan suplai di pasar.
Menurutnya, mengurangi ketergantungan pasar itu penting, untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan. Termasuk untuk mengantisipasi harga melambung tinggi, dimana masyarakat sudah siap karena memiliki stok kebutuhan pribadi yang cukup.
Dia menjelaskan, proses pembuatan kebun telah dimulai sejak 2024 lalu. Ide ini muncul karena banyak keluhan soal inflasi, cabe mahal, sayur mahal. Apalagi ada halaman samping kantor yang tidak terpakai.
Menurutnya, dari pada ditumbuhi rumput, mending ditanami tumbuhan bermanfaat seperti pepaya, cabai dan sayur-sayuran.
“Jadi semua ini dikerjakan bersama-sama oleh pegawai Dinas Pertanian Kota Kendari,”ujarnya.
Dia menambahkan, kegiatan menanam dan bersih-bersih di area kebun mini dilakukan pegawai setempat setiap seminggu sekali saat program Jumat Bersih.

“Kalau di Dinas Pertanian Kota Kendari sekarang terdapat tiga program tambahan disamping program prioritas Dinas Pertanian Kota Kendari, tiga program itu adalah Jumat Bersih, Jumat Sehat dan Kendari Run,”katanya.
Dikesempatan itu, Makmur juga mengatakan saat ini Dinas Pertanian terus menggalakkan Program “Kendari Berkebun”, dengan menyiapkan bibit sayuran dengan luas tanam sekira 400 hektar. Warga yang ingin mendapatkan bibit hanya bisa melalui Kelompok Tani dan Dasawisma.
“Kita tidak berikan bantuan bibit kepada individu warga. Tapi disalurkan melalui Kelompok Tani dan Dasawisma. Itu untuk menghindari penyalahgunaan bantuan bibit,” ungkapnya.
Saat ini, kata dia, dengan luas lahan yang tak seluas daerah lain, Kendari justru berupaya meningkatkan luas tanam. Itu adalah konsep urban farming, seperti yang selalu dikampanyekan Wali Kota Kendari.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari optimis bila masyarakat sadar untuk melakukan budidaya sayuran di pekarangan rumah, maka ketahanan pangan keluarga akan tercipta.
“Jadi tak perlu lagi beli sayuran. Karena sudah budidaya secara mandiri. Ini juga mengurangi beban pengeluaran biaya kebutuhan akan sayuran setiap keluarga,” katanya.
Makmur menambahkan saat ini, di lahan Dinas Pertanian ia manfaatkan dengan menanam berbagai jenis sayuran. Di antaranya, kangkung, tomat, bayam, cabai dan lainnya. Sebentar lagi akan dipanen.
“Ini akan jadi percontohan buat warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah guna menanam sayuran,” ujar Makmur.

Tahun 2026 mendatang, ia berencana untuk mengedukasi warga di setiap kecamatan tentang cara bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur, terutama di pekarangan rumah.
“Insya Allah tahun depan akan kita sosialisasi di setiap kecamatan. Sehingga program Kendari Berkebun, dampaknya akan meluas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kota Kendari, Zulkarnaim mengaku akan terus berupaya menyukseskan program Kendari Berkebun yang digagas Wali Kota. Saat ini, lahan di Kawasan Rujab Wali Kota telah dimanfaatkan menanam sayuran. Masa panen sayuran sangat singkat, hanya 21 hari saja.
“Jenis tanaman sayuran beragam, di antaranya cabai, sawi, pakcoy, daun bawang, bayam dan lainnya. Setiap hari, tanaman ini kita siram dua kali. Pagi dan sore,” ujarnya saat menunjukan tanaman sayuran itu.
Setelah panen nanti, tanahnya akan digarap ulang. Sehingga tanaman berikutnya bisa tumbuh subur.






