#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Pemerintah Kelurahan Korumba Berkomitmen Turunkan Angka Kasus Stunting

×

Pemerintah Kelurahan Korumba Berkomitmen Turunkan Angka Kasus Stunting

Sebarkan artikel ini
Lurah Korumba Wahid

Kendari, portal.id – Pemerintah Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) sampai saat ini terus berkomitmen menurunkan angka kasus stunting.

Langkah yang dilakukan yaitu bersinergi lintas sektor baik dengan dinas kesehatan, maupun puskesmas yang berada di wilayah setempat.

Hingga kini masalah stunting terus menjadi persoalan bagi pemerintah kota maupun provinsi untuk terus melakukan upaya penanganan hingga kasus Stunting ini dapat ditekan.

Di sejumlah wilayah di Kota Kendari kasus stunting masih ada, hal ini masih dalam pengawasan dinas maupun instansi terkait. Seperti yang terjadi di Kelurahan Korumba Kota Kendari, yang terus di tangani sampai tuntas.

Lurah Korumba Wahid mengatakan pihaknya terus berupaya menangani kasus stunting yang terjadi diwilayahnya, hal ini disebabkan oleh keterbatasan ekonomi. Sebelumnya kasus stunting di Kelurahan Korumba sebanyak 5 anak, namun saat ini turun menjadi 2 anak stunting.

”Tetap kami pantau kasus stunting ini untuk terus ditangani agar Kelurahan Korumba segera terbebas dari stunting,” Katanya, Kamis (17/7/2025).

Langka yang dilakukan pihaknya dalam menekan angka kasus stunting di Kelurahan Korumba yaitu memberikan bantuan makanan tambahan berupa sembilan bahan pokok (sembako) kepada keluarga yang memiliki anak-anak terindikasi stunting. Aksi ini menjadi bagian dari gerakan nyata di lapangan dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Kota Kendari.

“Kami membagikan sembako kepada keluarga yang memiliki anak stunting. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk kepedulian pemerintah dalam memastikan setiap anak di wilayah Korumba tumbuh sehat dan tercukupi gizinya,” ujarnya.

Menurutnya, stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan multisektor dan kolaboratif, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan semua pihak. Karena itu, pihaknya menggerakkan peran RT, RW, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan dalam menyukseskan program ini. Edukasi kepada masyarakat dilakukan secara berkesinambungan, dengan pendekatan persuasif dan partisipatif.

“Stunting itu bukan semata urusan tenaga kesehatan. Keluarga punya peran kunci. Kalau kita tidak ajak masyarakat terlibat, maka edukasi tidak akan sampai ke rumah tangga. Karena itu kami libatkan semua unsur masyarakat, dari RT hingga tokoh perempuan,” tegasnya.

Kepala Disdalduk dan KB Kota Kendari Jahudding

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Kendari Jahudding mengatakan, angka stunting Kota Kendari berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 berada diangka 20%.

“Hasil SSGI Kota Kendari masih berada diangka 20 persen. Artinya masih perlu kerja keras untuk mencapai target nasional 14%,” terang Jahudding, Selasa (15/7/2025).

Karena hal tersebut, lanjutnya, Pemkot Kendari bekerja keras mewujudkan generasi yang memiliki Sumber Daya Manusia berkualitas di masa mendatang.

“Itu sebabnya kami terus meningkatkan sinergitas lintas sektor dalam upaya percepatan pencegahan penurunan angka stunting Kota Kendari,” lanjutnya.

Jahudding menyampaikan, salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah rapat bersama seluruh stakeholder dan OPD terkait untuk menyamakan persepsi dalam penanganan keluarga berisiko stunting.

“Berdasarkan pendataan rutin tahunan, di Kota Kendari terdapat 1.018 keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Inilah yang menjadi fokus utama kita dalam melakukan intervensi, baik secara spesifik maupun sensitif,” ujarnya

Ada enam indikator yang membuat keluarga masuk kategori berisiko stunting, yaitu sanitasi tidak layak, keterbatasan akses air bersih, serta faktor “4 Terlalu” terlalu muda sudah hamil, terlalu tua masih hamil, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran terlalu rapat. Faktor-faktor ini, jika tidak diintervensi dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, akan memicu lahirnya generasi baru dengan risiko stunting.

Penandatanganan komitmen bersama gerakan orang tua asuh cegah stunting di Kota Kendari

Sebagai terobosan, Pemkot Kendari meluncurkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Intervensi Stunting). Melalui program ini, masyarakat yang mampu diharapkan mau menjadi pendamping bagi keluarga berisiko stunting maupun yang sudah mengalami stunting.

“Kalau dulu kita kenal istilah Persaudaraan Madani, sekarang kita sebut Orang Tua asuh. Konsepnya, masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang memerlukan pendampingan,” jelas Jahudding.

Pemkot Berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung pergram pemerintah dalam menekan angka stunting, demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas. (Adv)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id