Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggeratiskan biaya atau sewa lods Pasar Basah Mandonga selama tiga bulan terhitung Februari hingga April 2022 untuk para pedagang.
Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, di Kendari, Selasa, mengatakan kebikan ini merupakan apresiasi dan hadiah terhadap para pedagang tradisional di Pasar Mandonga jelang HUT ke-192 Kota Kendari yang kan jatuh pada 9 Mei mendatang.
Ia berharap, dengan adanya pembebasan biaya sewa lods tersebut, para pedagang Pasar Basah Mandonga bisa menjaga stabilitas harga, supaya angka inflasi di Kendari tetap bisa dikendalikan.
“Tentunya kita berharap, menjelang ramadhan tahun ini, para pedagang untuk bisa terus menjaga stabilitas harga, agar tidak terjadi inflasi yang tinggi di Kota Kendari sehingga daya beli masyarakat tetap stabil,” katanya.
Pemerintah kota kata Asmawa, bertekat untuk terus membenahi pasar tersebut usai pengelolannya diambil alih peemrintah dari pengelola sebelumnya yang merupakan pihak swasta.
“Hal ini merupakan tantangan bagi pemerintah Kota Kendari untuk menghadirkan pasar yang lebih nyaman, lebih bagus, lebih bersahabat baik pada pedagang dan pembeli,” katanya.
Stigma miring selama ini kata dia, menyatakan kalau pasar tradisional itu kesannya kumuh, kotor, kebersihan tidak terjaga menyebabkan pengunjung tidak nyaman sehingga kesan itu yang harus dirubah.
“Meskipun stausnya sebagai pasar tradisional, tetapi saya berkeinginan menjadikan pengelolaan Pasar Mandonga ini dengan cita rasa modern,” pungkasnya.






