Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati membuka kegiatan Pelatihan Digitalisasi Operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Kendari Tahun 2025-2029, yang berlangsung di Aula Samaturu, Kantor Balai Kota Kendari, Kamis (5/6/2025).
Dalam sambutannya, Nismawati yang mewakili Wali Kota Kendari menilai pelaksanaan kegiatan ini sangat strategis dalam mendukung transformasi digital di sektor koperasi dan UMKM Kota Kendari.“Digitalisasi bukan lagi sebuah tren, melainkan sebuah kebutuhan. Koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi agar tetap relevan, efisien, dan kompetitif,” ujar Nismawati.
Ia juga berharap para peserta pelatihan dapat menyerap pengetahuan dengan baik dan langsung menerapkannya dalam operasional koperasi masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Kendari, Syarifuddin, dalam laporannya mengakui bahwa proses pelaksanaan kegiatan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk waktu persiapan yang singkat serta upaya menyatukan frekuensi kerja dengan tim yang baru. Meski begitu, ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat Presiden dalam pembentukan dan penguatan koperasi Merah Putih.
Sarifuddin juga mengungkapkan pentingnya digitalisasi dalam menjawab tantangan koperasi di era modern. Ia menjelaskan bahwa sistem digital yang digunakan dalam program ini memungkinkan pengawasan transparan hingga ke detail pergerakan satu rupiah di dalam koperasi.
“Aplikasi yang kami gunakan akan dibagikan secara gratis ke 65 koperasi binaan. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih bukan koperasi konvensional pada umumnya, melainkan hasil instruksi langsung Presiden yang melibatkan koordinasi lintas kementerian hingga ke pemerintah daerah. Oleh karena itu, tanggung jawab yang diemban oleh pengurus koperasi harus dilandasi dengan integritas tinggi dan semangat gotong-royong.
Pelatihan ini sendiri dirancang dalam durasi tiga jam dan difokuskan pada pemahaman aplikasi keuangan digital, sistem pembayaran non-tunai, serta strategi pemasaran berbasis digital. Dengan pelatihan ini, Pemerintah Kota Kendari berharap dapat mempercepat pemanfaatan teknologi dalam mendukung koperasi yang inklusif, akuntabel, dan berdaya saing tinggi.






