Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Aula Samaturu, Senin (8/12/2025).
Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi capaian program strategis nasional sekaligus mempertegas peran setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menurunkan angka stunting di kota ini.
Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting Kota Kendari, Amir Hasan, menyampaikan bahwa rapat tersebut bertujuan menyatukan kembali arah kebijakan dan percepatan penanganan.
Sekretaris Daerah Kota Kendari, yang memimpin jalannya rapat, menekankan bahwa penurunan stunting merupakan prioritas daerah yang harus dikerjakan secara terpadu.
Ia mengingatkan bahwa persoalan fisik dalam penanganan stunting tidak bisa dimanipulasi, sehingga seluruh OPD harus bekerja berdasarkan data dan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kita ingin tahu apa kendala yang dihadapi di lapangan untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Rapat kemudian membahas peran OPD secara rinci. Bappeda memaparkan tugas utama mereka, mulai dari perencanaan, sinkronisasi data, hingga fasilitasi koordinasi TPPS. Sementara itu, Dinas Kesehatan melaporkan capaian layanan ANC untuk ibu hamil yang telah mencapai 75 persen, sementara PNC masih berada pada angka 60 persen. Keterlambatan kunjungan pascapersalinan menjadi salah satu kendala utama.
“Kami butuh dukungan lurah karena 15 persen balita belum terpantau di Posyandu. Jangan sampai justru di kelompok yang tak terdata ini terdapat balita stunting atau gizi kurang,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Hasmira mewakili Kadis Kesehatan.
Isu lain yang turut dibahas adalah minimnya kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan sejak trimester pertama. Sekda bahkan meminta kecamatan untuk aktif mengarahkan warga.
“Kalau ada ibu hamil di lorong, ajak ke Puskesmas. Pemeriksaan dini itu penting,” katanya.






