#Advetorial#HeadlineFokus Redaksi

Pemkot Kendari Siapkan Ratusan Ternak Dukung Pertanian Organik di Amohalo

×

Pemkot Kendari Siapkan Ratusan Ternak Dukung Pertanian Organik di Amohalo

Sebarkan artikel ini
Giat panen Padi Organik Owoha di Amohalo beberapa waktu lalu

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), komitmen mengembangkan pertanian organik di kawasan persawahan Amohalo Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan 100 ekor ternak sapi yang akan mendukung pertanian organik tersebut melalui pemanfaatan limbah kotoran ternak sapi.

Kepala Dinas Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda SP, di Kendari, Selasa (2/5/23) mengatakan ratusan ekor sapi tersebut akan dianggarkan secara bertahap yang dimulai di tahun 2023, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pertanian organik.

“Pengadaan ternak sapi untuk mendukung pertanian organik tersebut dilakukans secara bertahap, untuk tahun 2023 ini rencana 26 ekor kita akan realisasikan, untuk sapinya ini mudah-mudahan bisa berkembang dan bisa dirawat dengan baik nantinya,” katanya.

Kadis Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda, SP

Penganggaran sapi tersebut katanya untuk menjawab permintaan para petani di kawasan Amohalo yang meminta sebanyak 1.000-an ekor sapi guna mendukung pertanian yang menerapkan sistem pertanian organik sepenuhnya.

Pertanian organik sangat baik karena berkelanjutan dan berbeda dengan sistem kimiawi yang dapat merusak lingkungan. Dimana jangka pendek hasilnya bagus, tetapi di tahun-tahun berikutnya produksi akan menurun karena unsur haranya menjadi rusak.

“Ini menarik sekali, baik sekali, karena justru dengan pendekatan ini, metode ini justru malah semakin subur. Ada efisiensi mengurangi biaya karena tidak lagi menggunakan pupuk yang harus berasal dari produk dibeli,” katanya.

Mantan Kabag Umum Setda Kota Kendati ini juga mengatakan bahwa  produksi padi sawah dengan pertanian organik di Persawahan Amohalo meningkat dari setiap panen yang awalnya hanya 5 ton per hektare dengan sistem organik ini hasil panen sampai dengan 9.6 ton per hectare.  Produk padi organik dari kawasan Persawahan Amohalo ini satu satunya adalah beras Owoha.

Penanaman padi di persawahan Amohalo

Dukungan BI Sultra

Pengembangkan pertanian organik yang dilakukan Pemkot Kendari ini bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra). Metodologi pertanian organik yang dilakukan Bank Indonesia (BI) sebagai upaya menekan inflasi daerah khususnya di bidang pertanian sangat memberi dampak yang sangat positif.

Pihak Perwakilan BI Sultra, Aryo Wibowo T. Prasetyo mengatakan dalam bentuk dukungan pertanian di daerah tersebut pihaknya mengaku siap membangun laboratorium MA11 yakni pengolahan pupuk organik dan kandang sapi di kawasan Amohalo agar para petani berkelanjutan menerapkan sistem pertanian organik.

“Harapannya ke depan popularitas padi sawah di Kendari lebih meningkat menjadi tiga kali lipat seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Konawe, jadi kami komitmen memberikan bantuan seperti ini sehingga stimulus perekonomian terus terjaga,” katanya.

Giat Panen padi di persawahan Amohalo

Dikatakan, selain pupuk, bibit, dan lahan salah satu tantangan penting dalam mengembangkan pertanian yakni sumber daya manusia, kenyataan rata-rata petani saat ini berusia tua, dimana petani-petani muda belum tampak.

“Ini merupakan salah satu poin masalah ke depannya. Untuk itu kita bekerja sama dengan petani, pemerintah daerah bagaimana kaum pemuda ini tertarik salah satunya adalah memberi janji keuntungan,” katanya.

Panen padi di Persawahan Amohalo

Ia juga mengatakan, bahwa petani padi sawah bukan sekedar menghasilkan beras tetapi ada bisnis yang harus meningkatkan kesejahteraan sehingga membuat para pemuda tertarik bertani. “Jangan membuat mereka berpikir bahwa ah daripada saya menjadi petani sudah kotor capek, kejemur tidak bisa menopang hidup. Tetapi kami berharap disampaikan kepada kaum muda bahwa dengan pertanian itu bisa hidup,” ujar dia.

Sehingga menurut dia, salah satu upaya menarik minat generasi muda terlibat dalam mengembangkan pertanian yakni dengan sistem digital farming. Metode ini akan membantu para petani supaya tidak turun ke lapangan terus karena akan dimonitor melalui gawai.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id
#Advetorial#HeadlineFokus Redaksi

Pemkot Kendari Siapkan Ratusan Ternak Dukung Pertanian Organik di Amohalo

×

Pemkot Kendari Siapkan Ratusan Ternak Dukung Pertanian Organik di Amohalo

Sebarkan artikel ini
Giat panen Padi Organik Owoha di Amohalo beberapa waktu lalu

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), komitmen mengembangkan pertanian organik di kawasan persawahan Amohalo Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan 100 ekor ternak sapi yang akan mendukung pertanian organik tersebut melalui pemanfaatan limbah kotoran ternak sapi.

Kepala Dinas Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda SP, di Kendari, Selasa (2/5/23) mengatakan ratusan ekor sapi tersebut akan dianggarkan secara bertahap yang dimulai di tahun 2023, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pertanian organik.

“Pengadaan ternak sapi untuk mendukung pertanian organik tersebut dilakukans secara bertahap, untuk tahun 2023 ini rencana 26 ekor kita akan realisasikan, untuk sapinya ini mudah-mudahan bisa berkembang dan bisa dirawat dengan baik nantinya,” katanya.

Kadis Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda, SP

Penganggaran sapi tersebut katanya untuk menjawab permintaan para petani di kawasan Amohalo yang meminta sebanyak 1.000-an ekor sapi guna mendukung pertanian yang menerapkan sistem pertanian organik sepenuhnya.

Pertanian organik sangat baik karena berkelanjutan dan berbeda dengan sistem kimiawi yang dapat merusak lingkungan. Dimana jangka pendek hasilnya bagus, tetapi di tahun-tahun berikutnya produksi akan menurun karena unsur haranya menjadi rusak.

“Ini menarik sekali, baik sekali, karena justru dengan pendekatan ini, metode ini justru malah semakin subur. Ada efisiensi mengurangi biaya karena tidak lagi menggunakan pupuk yang harus berasal dari produk dibeli,” katanya.

Mantan Kabag Umum Setda Kota Kendati ini juga mengatakan bahwa  produksi padi sawah dengan pertanian organik di Persawahan Amohalo meningkat dari setiap panen yang awalnya hanya 5 ton per hektare dengan sistem organik ini hasil panen sampai dengan 9.6 ton per hectare.  Produk padi organik dari kawasan Persawahan Amohalo ini satu satunya adalah beras Owoha.

Penanaman padi di persawahan Amohalo

Dukungan BI Sultra

Pengembangkan pertanian organik yang dilakukan Pemkot Kendari ini bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra). Metodologi pertanian organik yang dilakukan Bank Indonesia (BI) sebagai upaya menekan inflasi daerah khususnya di bidang pertanian sangat memberi dampak yang sangat positif.

Pihak Perwakilan BI Sultra, Aryo Wibowo T. Prasetyo mengatakan dalam bentuk dukungan pertanian di daerah tersebut pihaknya mengaku siap membangun laboratorium MA11 yakni pengolahan pupuk organik dan kandang sapi di kawasan Amohalo agar para petani berkelanjutan menerapkan sistem pertanian organik.

“Harapannya ke depan popularitas padi sawah di Kendari lebih meningkat menjadi tiga kali lipat seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Konawe, jadi kami komitmen memberikan bantuan seperti ini sehingga stimulus perekonomian terus terjaga,” katanya.

Giat Panen padi di persawahan Amohalo

Dikatakan, selain pupuk, bibit, dan lahan salah satu tantangan penting dalam mengembangkan pertanian yakni sumber daya manusia, kenyataan rata-rata petani saat ini berusia tua, dimana petani-petani muda belum tampak.

“Ini merupakan salah satu poin masalah ke depannya. Untuk itu kita bekerja sama dengan petani, pemerintah daerah bagaimana kaum pemuda ini tertarik salah satunya adalah memberi janji keuntungan,” katanya.

Panen padi di Persawahan Amohalo

Ia juga mengatakan, bahwa petani padi sawah bukan sekedar menghasilkan beras tetapi ada bisnis yang harus meningkatkan kesejahteraan sehingga membuat para pemuda tertarik bertani. “Jangan membuat mereka berpikir bahwa ah daripada saya menjadi petani sudah kotor capek, kejemur tidak bisa menopang hidup. Tetapi kami berharap disampaikan kepada kaum muda bahwa dengan pertanian itu bisa hidup,” ujar dia.

Sehingga menurut dia, salah satu upaya menarik minat generasi muda terlibat dalam mengembangkan pertanian yakni dengan sistem digital farming. Metode ini akan membantu para petani supaya tidak turun ke lapangan terus karena akan dimonitor melalui gawai.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id