#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Pemkot Kendari Targetkan Zero Stunting pada 2029

×

Pemkot Kendari Targetkan Zero Stunting pada 2029

Sebarkan artikel ini
Kadis Dalduk-KB Kendari Jahudding

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana (Disdalduk-KB) Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan angka stunting di wilayah tersebut nol persen atau “zero stunting” pada tahun 2029.

“Target kita 2029 ‘zero stunting’. Saat ini untuk Kota Kendari masih 20 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), jadi kita harus menurunkan sampai nol persen di 2029,” kata Kepala Disdalduk-KB Kendari Jahudding, Senin (4/8/2025).

Untuk mencapai target itu, pihaknya akan bekerja keras mewujudkan generasi yang memiliki Sumber Daya Manusia berkualitas di masa mendatang.

“Itu sebabnya kami terus meningkatkan sinergitas lintas sektor dalam upaya percepatan pencegahan penurunan angka stunting Kota Kendari,”ujarnya.

Jahudding menyampaikan, salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah rapat bersama seluruh stakeholder dan OPD terkait untuk menyamakan persepsi dalam penanganan keluarga berisiko stunting.

“Berdasarkan pendataan rutin tahunan, di Kota Kendari terdapat 1.018 keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Inilah yang menjadi fokus utama kita dalam melakukan intervensi, baik secara spesifik maupun sensitif,” ujarnya

Ada enam indikator yang membuat keluarga masuk kategori berisiko stunting, yaitu sanitasi tidak layak, keterbatasan akses air bersih, serta faktor “4 Terlalu” terlalu muda sudah hamil, terlalu tua masih hamil, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran terlalu rapat.

“Faktor-faktor ini, jika tidak diintervensi dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, akan memicu lahirnya generasi baru dengan risiko stunting,”katanya.

Suasana pemberian bantuan kepada keluarga sasaran Stunting di Kecamatan Abeli

Sebagai terobosan, Pemkot Kendari meluncurkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Intervensi Stunting). Melalui program ini, masyarakat yang mampu diharapkan mau menjadi pendamping bagi keluarga berisiko stunting maupun yang sudah mengalami stunting.

“Kalau dulu kita kenal istilah Persaudaraan Madani, sekarang kita sebut Orang Tua asuh. Konsepnya, masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang memerlukan pendampingan,” jelas Jahudding.

Pemkot Berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung pergram pemerintah dalam menekan angka stunting, demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.

“Kolaborasi lintas sektor dan evaluasi menyeluruh terhadap program setiap OPD adalah kunci. Kami juga menekankan pentingnya pemanfaatan data keluarga berisiko stunting secara presisi dan menyeluruh, agar setiap langkah benar-benar menyasar kebutuhan di lapangan,” katanya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Irmawati menegaskan mendukung terhadap upaya Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) dalam mengatasi masalah stunting. Dukungan tersebut terwujud dalam bentuk sosialisasi, penganggaran, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“DPRD Kota Kendari mendukung sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan oleh Pemkot, seperti sosialisasi pentingnya gizi, ASI eksklusif, dan MPASI yang bergizi,”ungkapnya.

Wakil Ketua II DPRD Kendari Irmawati

Lebih lanjut, politisi Partai Nasdem ini mengatakan DPRD Kota Kendari turut mendukung penganggaran APBD untuk program percepatan penurunan stunting, yang menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mengatasi masalah ini.

“DPRD Kota Kendari mendorong kolaborasi antar instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, dan kelurahan, untuk menjalankan program percepatan penurunan stunting,” tambahnya lagi.

Selain itu, menurutnya, DPRD Kota Kendari juga memberikan dukungan legislatif berupa regulasi yang mendukung upaya pencegahan stunting, seperti peraturan daerah yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi.

“Kami (DPRD), mendukung program orang tua asuh stunting yang digagas oleh Wali Kota Kendari, sebagai upaya untuk meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap anak-anak yang berpotensi mengalami stunting” ujarnya.

Dia berharap dukungan yang komprehensif dari DPRD Kota Kendari, diharapkan upaya Pemkot dalam mengatasi masalah stunting dapat berjalan lebih efektif dan efisien, sehingga angka stunting di Kota Kendari dapat ditekan secara signifikan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id