#HeadlineSulawesi Tenggara

Pemprov Sultra Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang Digelar Kemendagri

×

Pemprov Sultra Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang Digelar Kemendagri

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendali inflasi di daerah yang setiap minggunya melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) yang dilaksanakan di Aula Merah Putih Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Senin, (22/5).

Rakor secara virtual yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia di pimpin Mendagri RI, Muhammad Tito Karnavian, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Isy karim, Deputi 2 Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo, Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Putranto, Direktur Sayuran dan Tanaman obat Andi Muhammad Idil Fitri Kementerian Pertanian, Brigjen TNI Eko Nur Santo Staf Ahli Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jamdatun, Satgas Pangan Polri, serta diikuti perwakilan pemerintah daerah dan Forkopimda se-Indonesia.

Turut hadir dari Jajaran Pemprov Sultra, Sekprov Sultra Asrun Lio, Kepala Perwakilan BI Sultra Dony Septiadi Jaya, Asisten II Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sultra Yuni Nurmalawati, Kepala Biro Perekonomian Setda Sultra Iwan Susanto, Kepala BPS Sultra Agnes Widiastuti, Kadis Ketapang Ari Sismanto, Kadin Sultra, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Distanak, Kadis PUPR, Kasubdit I Reskrimsus Polda Sultra dan pejabat terkait.

Dalam arahannya, Mendagri RI, Tito Karnavian mengatakan, bulan Mei sudah masuk di Minggu terakhir, sebentar lagi awal bulan Juni, dan akan mendapatkan data rilis BPS dari survei di 90 Kota, apakah inflasinya naik, tetap atau menurun.

“Oleh karna itu, harus kita bekerja keras mulai hari ini sampai dengan tanggal 31 Mei agar harga barang dan jasa akan tetap terkendali, perlu di cek di semua daerah di pasar-pasar apakah stok tersedia dan kemungkinan pangan terutama terdampak akibat kekeringan dibeberapa daerah, serta tidak semua daerah mengalami kekeringan,”imbuhnya.

Paparan Perkembangan Harga di Minggu ke-3 Mei 2023 oleh Direktur Statistik Harga, Windhiarso Putranto, berdasarkan survei harga konsumen yang rutin BPS lakukan setiap Minggu sampai dengan Minggu ke-3 bulan Mei ini,ada kecenderungan kenaikan harga di beberapa komoditas pangan seperti beras ada tren kenaikan pasca lebaran Minggu ke-3 April, untuk harga daging ayam ras, telur ayam ras naik dipicu kenaikan harga pakan ayam dan cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih masih berfluktuasi meskipun ada kecenderungan naik pada harga cabai merah.

Lanjut, sama dengan Minggu sebelumnya, pada level Kabupaten/Kota, Cabai Rawit dan Cabai Merah adalah komoditas yang fluktuasi harganya cukup signifikan yang terjadi di 113 Kab/Kota sedangkan Cabai Merah terjadi di 106 Kab/Kota untuk Minggu ke-3 Bulan Mei Tahun 2023, ada 9 Kab/Kota tidak mengalami fluktuasi harga (stabil) pada 20 komoditas pangan yang dipantau.

Kemudian masuk di Indeks Perkembangan Harga (IPH) Nasional Minggu ke-3 Mei ada 10 Kab/Kota yang mengalami kenaikan IPH tertinggi yaitu Pangandaran, Kolaka Utara, Wonogiri, Nias, Sigi, Magelang, Mukomuko, Balangan, Bengkulu Utara dan Gunung Kidul.

Paparan Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi, Nyoto Suwignyo, bahwa ada aksi kesiapsiagaan krisis pangan antara lain:
1. Peningkatan cadangan pangan daerah berdasarkan pangan lokal.
2. Penguatan produktivitas kinerja sistem pangan.
3. Menjamin supply pangan dan penguatan diversifikasi pangan.
4. Menjamin perdagangan pangan tidak terganggu.
5. Peningkatan konektivitas antar pasar dan jaringan distribusi.
6. Penguatan mekanisme respon ketika gangguan pasokan pangan dan volatilitas harga dan.
7. Penguatan langkah-langkah perlindungan sosial dan jaring pengaman, bantuan pangan darurat, program pemberian makan balita dan anak sekolah dan intervensi lainnya.

Selesai kegiatan inflasi dilanjutkan dengan rapat internal terkait inflasi yang dipimpin langsung Sekprov Sultra Asrun Lio.

“Rakor tadi kita sudah mendengar paparan dari Mendagri dan para narasumber tentang kondisi terakhir perkembangan inflasi secara nasional dan juga di daerah kita, kegiatan mingguan ini merupakan salah satu penilaian terhadap pejabat-pejabat kabupaten dan kota,”katanya.

Kata dia, bagi provinsi-provinsi yang inflasinya terkendali di berikan reward oleh Kemendagri, beberapa minggu yang lalu inflasinya selalu disebut dalam dua minggu terakhir yaitu Kabupaten Kolaka Utara mengenai indeks perkembangan harganya masih tertinggi.

“Sehingga nantinya kita akan bisa intervensi Kabupaten Kolut khususnya Perindag, Koperasi dan Ketapang. Namun secara umum saya kira dinas yang mempunyai inovasi yang harus didukung, terutama ketahanan pangan melibatkan sekolah-sekolah SMK dan SMA yang sudah diluncurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan .

“Saya kira perlu dukungan dari kita semua khususnya OPD-OPD di bidang pertanian ada Dinas Ketapang, Dinas Perkebunan dan Dinas Tanaman Pangan, untuk bisa mendukung sekolah ini agar rencana-rencana 33 sekolah di 17 Kabupaten/Kota se-Sultra,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id