Jakarta, portal.id – Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G. (K) menerima audiensi dari PT. Merck di ruang Rapat Kepala BKKBN Pusat, Jakarta pada Jumat pagi (18/08/2023). PT. Merck bersedia untuk memfasilitasi penelitian laboratorium terkait hasil Audit Kasus Stunting yang kasus stuntingnya dinyatakan unexplained atau tidak dapat dijelaskan penyebab kasus stunting itu terjadi.
“Stunting sudah ada data yang masuk nanti kita bekerjasama dengan Merck kemudian kita screening data yang masuk itu kita tapis kemudian penyebabnya itu katakanlah itu yang unexplained itu kita identifikasi. Dari yang unexplained itu kita usul bisa kita periksa ininya itu yg kita ingin melakukan semacam riset lah untuk stunting dari yang sudah dilakukan audit kasus stunting kemudian kita lakukan pemeriksaan,” jelas Hasto.
Menurutnya dengan adanya bantuan Merck sebagai pemeriksaan lanjutan hasil AKS memperkuat hasil data yang dihasilkan oleh AKS.
“Sebetulnya ide dari Merck ini bagus. Diantara segudang penyebab itu kan pasti ada yang masalah hormon, teori juga mendukung. Sayang kalau misalnya kita tidak ada road map menuju screening menuju defisiensi hormon gitu. Sehingga nanti dengan pola ini saya berharap melahirkan 2 hal yang pertama melahirkan road map yang paling singkat untuk mendiagnosis defisiensi hormon, yang kedua menemenemukan kasus-kasus dengan defisiensi dan sub defisiensi hormon. Artinya kalau kita mempunyai road map algoritma yang sangat bagus keren ini. Karena Selama ini kita belum punya algoritma yang bagus dan ini goal standard nya gampang, kalau algoritmanya begini algoritmanya begini, kalau presisinya semakin tinggi diagnosisnya ini defisiensi hormon, ternyata setelah diperiksa hormonnya betul, berarti uji algoritma nya keren banget. kalau saya sebagai peneliti bagus ini ada algoritmanya yang teruji gitu,” tuturnya.
PT. Merck adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang mendistribusikan berbagai produk farmasi seperti analgesik, syaraf, pernapasan, hormon, antibiotik, dan lainnya. Sebelum melakukan pengujian laboratorium terkait hasil AKS, PT Merck akan menyelenggarakan FGD hasil Audit Kasus Stunting dan tentang Total Fertility Rate di Indonesia.






