News

Ratusan Perusahaan di Negara Ini Bangkrut karena Pandemi Covid-19

×

Ratusan Perusahaan di Negara Ini Bangkrut karena Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Aktivitas ekspor barang di pelabuhan bongkar muat. Foto: Portal.id

Portal.id – Covid-19 telah menjadi pandemi global. Efeknya menghantam semua aktivitas yang sebelumnya rutin dilakukan.

Sektor ekonomi merupakan salah satu bidang yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19, sehingga kebangkrutan dunia usaha tak bisa dielakkan di mana pun.

Menyadur dari cnbcindonesia yang mengutip dari laporan S&P Global Market Intelligence, di Amerika Serikat ada 630 perusahaan yang bangkrut tahun 2020 lalu. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2010.

Beberapa perusahaan tersebut bahkan bukan perusahaan kecil. Ada nama besar seperti JC Penney, Neiman Marcus Group, Ascena Retail Group, Tailored Brands, Fieldwood Energy, dan Chesapeake Energy.

“Angka kebangkrutan perusahaan mencapai titik terburuk dalam 10 tahun pada 2020 karena pandemi virus corona mempengaruhi kinerja industri dunia. Banyak perusahaan yang kesulitan bahkan untuk mencari titik break even,” sebut laporan tersebut.

Fenomena ini masih berlanjut pada 2021. Sepanjang Januari-April 2021, sudah 183 perusahaan di Negeri Paman Sam mengakui kebangkrutannya. Rinciannya, sebanyak 43 perusahaan pada Januari, 33 pada Februari, 61 pada Maret, dan 46 pada April.

“Akan tetapi, 183 perusahaan yang mendeklarasikan kebangkrutan pada Januari-April 2021 lebih sedikit dibandingkan periode yang sama pada 2020 yaitu 207 perusahaan. Jumlah ini juga lebih sedikit dibandingkan periode yang sama dalam 1o tahun terakhir kecuali 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2018.

“Risiko gelombang lanjutan serangan virus corona yang mungkin menyebabkan pengetatan aktivitas dan mobilitas masyarakat bisa kembali mengancam dunia usaha. Ini berisiko membatasi keuntungan perusahaan dalam jangka pendek,” sambung laporan itu.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id