#Headline

Rumah Singgah: Solusi Menangani Anak Jalanan di Kota Kendari

×

Rumah Singgah: Solusi Menangani Anak Jalanan di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini
Zulfiany Azis

Kendari, portal.id – Razia anak jalanan yang dilakukan pemerintah Kota Kendari memang perlu diiringi dengan adanya rumah singgah sebagai tempat perlindungan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak jalanan. Tanpa rumah singgah, upaya pemerintah untuk menangani anak jalanan mungkin tidak akan maksimal.

Zulfiany Azis, seorang aktivis sosial, menyatakan bahwa rumah singgah dapat menjadi solusi signifikan dalam menangani anak jalanan di Kota Kendari.

“5 tahun lalu saya ke rumah singgah Lifonsos Surabaya dan melihat langsung bagaimana rumah singgah dapat membantu anak-anak jalanan.
Rumah singgah di Lifonsos, bahkan ada ruang medis, untuk pertolongan pertama,” kata Zulfiany, yang juga merupakan ketua DPD JPKP Kota Kendari ini.

Bahakan lanjut Zulfiany, sempat liat langsung lansia yang dibawa ke Rumah Singgah, ditangani terlebih dulu oleh Para Medis, sebelum ditangani selanjutnya oleh bidang yang membidangi lansia di Rumah Singgah tersebut.

“Bahkan terliat sekelompok pemuda jalanan yang diberikan latian memperbaiki sebuah kendaraan bermotor,, semua diberi pelatihan, keterampilan,” kata Zulfiany yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Assyifa Yasinta Madina Kendari.

Salah satu giat penertiban anak jalanan yang dilakukan Dinsos Kendari beberapa hari lalu..

Rumah singgah dapat menyediakan akses kepada berbagai pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan, sehingga anak-anak jalanan dapat mengembangkan potensi diri dan menjadi lebih berdaya. Selain itu, rumah singgah juga dapat membantu mengurangi ketergantungan anak jalanan pada kegiatan di jalanan.

“Dengan adanya rumah singgah, anak-anak jalanan dapat memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk tinggal, serta mendapatkan dukungan dan bimbingan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” tambah Zulfiany.

Kasus tabrak lari hingga meninggal dunia yang dialami seorang anak penjual tisue bernama Najwa Saputi di Kendari menjadi perhatian sehingga perlu ada penanganan maksimal para anak jalanan di daerah itu. Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mendukung pembangunan rumah singgah dan program-program yang dapat membantu anak jalanan.

“Satpol tidak bisa menangani anak jalanan sendirian, kita perlu bekerja sama untuk membantu mereka,” kata Zulfiany.

Dengan demikian, upaya penanganan anak jalanan dapat lebih efektif dan berkelanjutan.

“Najwa Saputri, seorang anak kecil yang penuh harapan dan tanggung jawab, telah meninggalkan kita semua. Kisahnya yang menyentuh hati itu mengingatkan kita bahwa kehidupan ini tidak hanya tentang mengejar dunia, tapi juga tentang nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan,” katanya.

Najwa, dengan usia yang masih belia, telah menunjukkan keberanian dan tanggung jawab yang luar biasa. Dia ingin membantu ibunya, ingin sekolah tinggi, dan ingin memiliki rumah yang nyaman. Namun, takdir Allah lebih besar, dan Najwa telah dipanggil kembali ke surga.

“Kita semua harus belajar dari Najwa, bahwa kehidupan ini adalah titipan, dan kita harus selalu siap untuk melepaskan apa yang kita miliki. Mari kita doakan Najwa, semoga dia diterima di sisi Allah dan menjadi bidadari di surga,” pungkas Zulfiany.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id