#HeadlineButon UtaraKesehatan & Gaya Hidup

Sambut HKD 2026, DP3APPKB Sultra dan BKKBN Perkuat Pengasuhan 1.000 HPK di Kampung KB Buton Utara untuk Cegah Stunting

×

Sambut HKD 2026, DP3APPKB Sultra dan BKKBN Perkuat Pengasuhan 1.000 HPK di Kampung KB Buton Utara untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

Buton Utara, portal.id – Dalam rangka menyambut Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pembinaan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kecamatan Kulisusu dan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, pada 9–10 Juli 2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini menyasar keluarga berisiko stunting, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki anak usia di bawah dua tahun (baduta), serta calon pengantin. Pembinaan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan pola pengasuhan yang tepat pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai langkah strategis mencegah stunting.

Mewakili Kepala DP3APPKB Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Jumria Abdullah, SKM., M.KM, membuka kegiatan sekaligus mengajak seluruh peserta mengikuti pembinaan secara serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Kegiatan ini akan membekali kita semua agar bisa mewujudkan generasi yang lebih berkualitas,” tegas Jumria.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. H. Mustakim, M.Si, yang menjadi narasumber utama, mengaitkan pelaksanaan pembinaan dengan momentum Hari Kependudukan Dunia yang diperingati setiap 11 Juli. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari memastikan anak-anak memperoleh pengasuhan dan pemenuhan gizi yang optimal sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

“Pada momen Hari Kependudukan ini, kami ingin mengajak hadirin melihat kondisi kelompok penduduk usia anak-anak. Kita berharap anak-anak kita hari ini tumbuh sehat dan cerdas hingga menjadi Generasi Emas tahun 2045. Jika ada anak kita tumbuh tidak sehat dan otaknya lemah, maka yakinlah mereka bukan menjadi Generasi Emas, tetapi justru menjadi generasi cemas,” ujar Mustakim saat menyampaikan materi Advokasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengasuhan 1.000 HPK.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Buton Utara, Reni Surianti, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara masih mencapai 26,1 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Oleh karena itu, pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas fasilitator serta kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki baduta, sehingga dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, DP3APPKB Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara berharap peran Kampung KB semakin kuat sebagai pusat edukasi keluarga dan pencegahan stunting. Dengan pengasuhan yang tepat pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan, diharapkan lahir generasi Sulawesi Tenggara yang sehat, cerdas, unggul, dan mampu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Penulis: Mustakim

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id