Konawe, portal.id – Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Bulan Inovasi Daerah sekaligus memperkuat implementasi Satu Data Digital Kabupaten Konawe.
Rakor yang berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe, lantai III Kantor Bupati Konawe, Kamis (17/9/2026), dihadiri Asisten III Setda Konawe serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Konawe.
Rapat tersebut membahas kesiapan masing-masing perangkat daerah dalam menampilkan inovasi, sekaligus memastikan ketersediaan data yang akurat, mutakhir dan terintegrasi untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan seluruh OPD dalam menyukseskan Bulan Inovasi Daerah dan implementasi Satu Data Digital Kabupaten Konawe.
Ia meminta setiap perangkat daerah aktif berkoordinasi, memastikan data yang disampaikan akurat dan diperbarui secara berkala, serta menyiapkan inovasi beserta dokumentasi yang dapat ditampilkan melalui platform digital.
Menurutnya, Bulan Inovasi Daerah tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan pelayanan publik, perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Konawe, Suparjo, S.Kom., menjelaskan pentingnya keterlibatan seluruh OPD dalam pengelolaan data secara tertib dan berkelanjutan.
Pengelolaan tersebut mencakup proses penyediaan, pemutakhiran hingga pemanfaatan data untuk mendukung sistem pemerintahan berbasis digital.
Suparjo mengatakan data yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu unsur penting dalam perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi kinerja hingga pengambilan keputusan pembangunan.
Penguatan Satu Data Kabupaten Konawe dilakukan melalui integrasi data dan aplikasi. Dengan sistem tersebut, data yang telah tersedia dapat dimanfaatkan oleh berbagai aplikasi dan sistem lainnya sehingga dapat mengurangi penginputan data secara berulang.
Selain itu, Diskominfo Konawe terus mengembangkan GIS Konawe Bersahaja, sebuah sistem pemetaan terpadu yang mengintegrasikan data spasial dan sektoral dari perangkat daerah, kecamatan, desa dan kelurahan.
Data yang diintegrasikan antara lain batas wilayah, jaringan jalan, pertanahan, kependudukan, fasilitas pemerintahan, kebencanaan serta berbagai data tematik pembangunan.
Diskominfo juga menekankan pentingnya penyelesaian dan pemutakhiran batas wilayah sebagai dasar penyajian data spasial serta perencanaan pembangunan yang lebih akurat.
Di sisi komunikasi publik, integrasi portal berita dan agenda kegiatan pemerintah juga terus diperkuat. Setiap perangkat daerah diarahkan untuk menyampaikan informasi dan dokumentasi kegiatan melalui sistem yang telah disediakan, sementara proses verifikasi dan penerbitan informasi dilakukan oleh Diskominfo.
“Data bukan hanya untuk disimpan, tetapi harus dikelola, diperbarui, diintegrasikan, dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” tegas Suparjo.
Penguatan ekosistem data tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Konawe yang lebih efektif, efisien, transparan dan berbasis data, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi daerah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.






