Yogyakarta, portal.id – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menghadiri China-Indonesia Local Government Cooperation Dialogue 2026 yang berlangsung di Bima Room, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). Forum internasional ini menjadi ajang strategis bagi pemerintah daerah Indonesia dan China untuk memperkuat kolaborasi di berbagai sektor pembangunan.
Mengusung tema “Set Sail on a New Voyage: Local Cooperation for Building a China-Indonesia Community with a Shared Future”, kegiatan tersebut mempertemukan kepala daerah, pemangku kepentingan, serta mitra dari kedua negara guna membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Siska didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Kehadiran jajaran teknis Pemerintah Kota Kendari bertujuan mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan potensi daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bersama Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC) dan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk membangun dialog yang lebih komunikatif sekaligus memperkenalkan potensi unggulan masing-masing daerah kepada calon mitra dari China. Menurutnya, kerja sama antardaerah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah, dunia usaha, sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan China.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, menegaskan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menerjemahkan hubungan internasional menjadi pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menyebut kolaborasi antardaerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ekonomi dan UMKM, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta mendorong pertukaran pemuda. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Forum tersebut juga menghadirkan Interactive Matchmaking Session, yang mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dengan calon mitra dari China untuk menjajaki kerja sama di bidang investasi, pariwisata, kebudayaan, mobilitas, dan transportasi.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan Pemerintah Kota Kendari terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama internasional yang mampu mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Kita ingin kerja sama antardaerah ini tidak berhenti pada pertemuan atau pertukaran informasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana peluang kerja sama tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Siska.
Menurut Ketua Komwil VI APEKSI tersebut, keterlibatan OPD teknis menjadi langkah penting agar setiap peluang yang muncul dapat dikaji secara komprehensif dan ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing.
“Karena itu kami hadir bersama OPD teknis. Mereka harus melihat secara langsung peluang apa yang bisa dikembangkan, mitra mana yang potensial, dan apa yang dapat kita tindak lanjuti sesuai kebutuhan serta potensi Kota Kendari,” katanya.
Siska menyebut sejumlah sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama internasional, di antaranya investasi, pariwisata, perdagangan, UMKM, kebudayaan, transformasi digital, hingga pengelolaan lingkungan.
Ia berharap forum tersebut menghasilkan tindak lanjut yang konkret dan membuka jalan bagi kemitraan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.
“Semangatnya adalah membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Kita terbuka untuk belajar dari daerah lain, termasuk dari China, sekaligus memperkenalkan potensi Kendari yang bisa dikembangkan bersama,” tutupnya.
Usai pembukaan, dialog Indonesia–China dilanjutkan dengan pembahasan tematik dan penjajakan kerja sama antarpemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara, sebagai langkah awal menuju kemitraan yang lebih konkret di masa mendatang.






