Hadir Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, Para Gubernur dan Wagub se Indonesia, Bupati dan Wakil Bupati se Indonesia, Pejabat eselon I PMK, Kemenag dan Kemendagri, Forkopimda Sultra, para Kakanwil Kemenag Provinsi se Indonesia, Pimpinan Instansi Vertikal Sultra, Pimpinan Tinggi Pratama Sultra dan para Kafilah STQH Tingkat Nasional XXVIII se Indonesia.
Dikesempatan tersebut, Menko PMK Pratikno berpesan agar menyeimbangkan kemajuan dengan moral dan spiritual. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut.
“Kemajuan tanpa akhlak adalah pedang tajam di tangan orang yang matanya tertutup. Di sinilah Al-Qur’an dan hadis berperan sebagai kompas moral abadi yang menuntun kita agar tidak tersesat dalam kemajuan duniawi,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam sambutannya mengatakan bahwa STQH bukan sekedar seremoni keagamaan, tetapi juga bagian dari pembangunan peradaban.
“STQH bukan sekadar panggung lomba, melainkan laboratorium peradaban tempat nilai-nilai ilahiah diuji, ditumbuhkan, dan diwariskan lintas generasi. Kegiatan ini menjadi wasilah spiritual dan kultural untuk menyemai generasi Qurani dan hadis yang unggul di tengah tantangan global,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tema STQH tahun ini “Syiar Al-Quran dan Hadis, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan” sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
“Tema ini hadir di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan tantangan ekologis. Al-Qur’an dan hadis mengajarkan kita harmoni, kasih sayang, dan tanggung jawab terhadap sesama serta lingkungan,” kata Nasaruddin.
Dimomen yang sama, Gubernur ASR menyebut penyelenggaraan STQH sebagai bagian dari pelaksanaan visi dan misinya untuk membangun Sultra yang berlandaskan nilai keagamaan.
“Ini juga bentuk visi misi kami, bagaimana mewujudkan Sultra yang aman, nyaman dan religius,” katanya.
Gubernur menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah STQH Nasional ke-28. Olehnya, pemerintah daerah bersama seluruh lapisan masyarakat telah bekerja keras mempersiapkan acara ini.
“Kami sangat bersyukur dan merasa terhormat karena Sulawesi Tenggara diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah STQH Nasional ke-28. Ini adalah anugerah, amanah besar, sekaligus kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sultra,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan nasional ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah karena menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.
Acara pembukaan STQH Nasional XXVIII disemarakkan dengan devile para kafilah STQHN se Indonesia serta diakhiri dengan penampilan tari kolosal yang dibawakan ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Kendari.






