Kendari, portal.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, berkomitmen untuk menuntaskan persoalan listrik di 50 desa di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hingga kini belum teraliri listrik. Target tersebut ditetapkannya tahun 2026 hingga 2027.
Janji itu disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD I Partai Golkar Sultra yang digelar di Hotel Claro Kendari, Minggu (2/11/2025).
Bahlil menegaskan bahwa upaya pemerataan listrik menjadi salah satu prioritas nasional yang tengah dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk listrik, memang sekarang program Bapak Presiden Prabowo yang diperintahkan kepada kami di Kementerian ESDM adalah menyelesaikan desa-desa yang belum teraliri listrik. Ada sekitar 5.700 desa di seluruh Indonesia, dan 4.400 dusun di antaranya masih belum memiliki akses listrik,” ujar Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik paling lambat pada 2029 atau 2030. Namun, khusus untuk Sulawesi Tenggara, dirinya bertekad mempercepat penyelesaiannya.
“Untuk Sultra, tadi saya sudah sampaikan bahwa pada 2026 hingga 2027, seluruh desa sudah akan terang. Masih ada sekitar 50 desa yang belum teraliri listrik, dan ini akan kita selesaikan lebih cepat,” tegasnya.
Bahlil menilai pemerataan akses listrik merupakan wujud nyata dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia mengaku memiliki kepedulian pribadi terhadap hal tersebut karena pernah mengalami hidup di kampung yang tidak memiliki listrik.
“Saya tidak ingin di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-80, masih ada rakyat yang hidup tanpa listrik. Ini bentuk keadilan negara yang harus dirasakan oleh semua,” tutupnya.
Program elektrifikasi desa ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membuka akses pendidikan dan ekonomi, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Sulawesi Tenggara.






