#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Tahun Ini, Disdalduk dan KB Kota Kendari Target 500 Keluarga Berpotensi Stunting Teratasi

×

Tahun Ini, Disdalduk dan KB Kota Kendari Target 500 Keluarga Berpotensi Stunting Teratasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari Jahudding

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Kendari menargetkan 500 kelurga yang berisiko stunting dapat teratasi tahun 2025.

Hal tersebut, disampaikan langsung Kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana Kota Kendari Jahudding saat diwawancarai belum lama.

Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pendataan keluarga, terdapat 1.018 keluarga di Kota Kendari yang berisiko stunting.

“Resiko stunting ini didasarkan pada beberapa indikator, antara lain sanitasi yang tidak layak, akses air bersih yang terbatas, dan kondisi kehamilan yang berisiko (terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, atau terlalu rapat jarak kehamilan),”ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 500 keluarga telah terverifikasi secara by name by address di tingkat kelurahan.

“Pemerintah Kota Kendari menargetkan penanganan 500 kasus stunting pada tahun ini,”katanya.

Upaya penanganan telah dilakukan, termasuk pemberian bantuan gizi berupa makanan siap saji kepada 21 keluarga oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. Kerjasama dengan Baznas juga akan memberikan bantuan kepada 50 keluarga lagi, sehingga total keluarga yang tertangani akan mencapai 71 keluarga.

Jahudding menambahkan bahwa pihaknya berencana berdiskusi dengan pimpinan untuk meningkatkan upaya penanganan stunting guna mencapai target zero stunting pada tahun 2029.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat berperan aktif dalam mengatasi masalah stunting di Kota Kendari.

Suasana penyerahan bantuan kepada keluarga beresiko stunting di Kota Kendari

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluh dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari Abdul Haris Sahido menambahkan, Pemerintah Kota Kendari terus berupaya menekan dan memutus rantai stunting di Kota Kendari. Salah satu cara program yang dilakukan yakni menggencarkan program  Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting).

Dalam menekan angka stunting, Pemkot Kendari tidak hanya menyasar angka atau persentase stunting, tetapi terlebih utama adalah menyentuh akar persoalan gizi, edukasi, hingga sanitasi keluarga.

Masalah stunting kini tak bisa lagi dipandang semata sebagai isu kesehatan. Ia adalah ancaman multidimensi, menyentuh kualitas SDM, masa depan generasi, hingga daya saing bangsa. Pemerintah Kota Kendari, melalui program-program strategis, telah menempatkan isu stunting sebagai prioritas utama sepanjang tahun 2025.

Angka stunting di Kota Kendari perlahan menurun, meski belum berada di zona aman. Karena itu, pihaknya mengingatkan semua pihak agar tidak lengah dan terus menjaga semangat gotong royong lintas sektor.

Saat ini terdapat 1.018 keluarga yang teridentifikasi memiliki risiko tinggi stunting. Identifikasi dilakukan berdasarkan enam indikator utama, termasuk akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan kondisi kehamilan berisiko seperti “4 terlalu” (terlalu muda/tua, terlalu sering, dan terlalu banyak anak).

“Setiap keluarga ini tidak hanya didampingi, tapi dijangkau secara holistik oleh berbagai sektor, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Perjuangan ini belum selesai. Target kita adalah menekan angka stunting hingga 14 persen secara nasional. Tanpa sinergi semua pihak, angka hanyalah angka. Tetapi jika kita bergerak bersama, itu akan jadi perubahan nyata,” tegasnya.

Dengan pendekatan whole of government dan whole of society, Kota Kendari kini menatap 2025 dengan langkah yang lebih pasti. Bukan hanya mengejar target nasional, tetapi menanam pondasi bagi generasi Kendari yang tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ia menjelaskan, stunting tidak hanya terlihat dari tinggi badan anak yang pendek. Lebih dari itu, stunting adalah gambaran ketimpangan gizi kronis yang berdampak panjang pada pendidikan, kecerdasan, hingga produktivitas anak di masa mendatang.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluh dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari Abdul Haris Sahido

“Program Genting mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Tidak hanya dalam bentuk bantuan gizi, tetapi juga edukasi pola asuh, pemantauan kehamilan, dan dukungan untuk menjaga jarak kelahiran,” katanya.

Berdasarkan data terkini dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, angka stunting di Kota Kendari masih berada di angka 25,7 persen. Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat angka yang lebih rendah, yakni 20 persen. Meski terjadi penurunan, capaian itu belum mencapai target nasional 2025, yakni 18,8 persen.

Menanggapi hal tersebut kata Haris, Pemerintah Kota Kendari menyiapkan strategi terpadu yang menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat. Mulai dari pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, peningkatan kualitas layanan posyandu dan puskesmas, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak.
Namun, intervensi saja tidak cukup, karena yang terpenting lagi adalah kolaborasi lintas sektor dan evaluasi menyeluruh terhadap program setiap OPD adalah kunci.

Haris menekankan pentingnya pemanfaatan data keluarga berisiko stunting secara presisi dan menyeluruh, agar setiap langkah benar-benar menyasar kebutuhan di lapangan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id