Kendari, portal.id – Guna menekan inflasi harga pada komoditi pertanian di Kota Kendari, Dinas Pertanian Kota Kendari sejak Januari 2023 gencar mendorong gerakan menanam tanaman holtikultura di seluruh Kecamatan di Kota Kendari, selain mengencarkan program tersebut, Dinas Pertanian Kota Kendari juga menyiapkan bibit bagi kelompok masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda saat diwawancara diruangannya, Rabu (24/5/23).
“Untuk menekan angka inflasi di Kota Kendari ini, jadi gerakan menanam ini tetap kami galakkan, jadi setelah dilaunching oleh Pemerintah Kota Kendari bersama Bank Indonesia, jadi sampai sekarang ini, kami masih melakukan gerakan tanam itu,”ungkap mantan Camat Kendari Barat ini.

Lanjutnya, dan tanaman yang kami tanam, diantaranya tanaman cabe, bawang merah, kemudian jagung, dan tanaman holtikultura yang lain, dan itu merata di semua kecamatan atau Balai Penyuluh Pertanian (BPP).
“BPP kami ada sembilan BPP, dan itu masih untuk dilakukan penanaman, dan bahkan kalau ada masyarakat yang tergabung dalam PKK, atau Dasa Wisma, atau Kelompok Wanita Tani, yang ingin membudidayakan tanaman holtikultura, kami siapkan bibitnya,”terangnya.
Sambungnya lagi, bibit-bibit yang ada sekarang yaitu Cabe dengan Bawang, jadi mereka yang menginginkan bibit ini, harus berkelompok, dan bila dia butuh bibit kita akan bantu.

“Misalnya dibeberapa tempat itu, kami juga sudah lakukan itu (memberikan bibit), dan bahkan di sentra-sentra produksi misalnya di Mandonga, dibagian Labibia itu ada sentra produksi bawang merah dan cabe, di Poasia juga cabe kriting, dan cabe besar, kalau di Baruga kan memang disana ada sawah, dan ada juga kebun buah yang sudah kita launching kemarin, disamping juga tanaman jagung, kemudian tanaman holtikultura juga ada,”jelasnya.
Kata Sahuriyanto, jadi program ini kan, kita launching bulan Januari 2023, untuk menekan inflasi, makanya kita laksanakan program gerakan menanam, bahkan program ini disupport dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen Holtikultura, kita dibantu bibit-bibit sayuran, terong, kangkung, seledri, cabe, dan bawang.
“Jadi hasil dari gerakan menanam itu, yang pertama kita dorong warga masyarakat, artinya kalau dia menanam disamping kiri kanan rumahnya, itu kan berarti ketersediaan pangan khususnya Cabe, sayuran dan lain sebagainya tersedia. Tidak perlu lagi, kalau dia mau mosonggi, harus beli cabe lagi di pasar,”bebernya.

Lebih lanjut Kadis Pertanian menambahkan bahwa target yang kedua program ini, yakni berbasis petani, itu juga kita dorong supaya dia berhasil, dan hasilnya itu bisa dijual ke pasaran, dan tentu dengan harga yang bersaing di pasar.
“Kita lihat di televisi cenderung harga naik, seperti cabe kriting, cabe rawit, tapi karena kita perbanyak stok di warga, ini kan akhirnya persediaan tersedia baik dipasar dan di warga, sehingga dia tidak terlalu mempengaruhi,”ucapnya.
Kemudian Kadis menyampaikan oleh karenanya, benar yang diarahkan oleh Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu yakni gerakan menanam masuk di gang-gang, masuk di warga-warga.

“Jika warga membutuhkan bibit holtikultura, silahkan masyarakat langsung saja ke Dinas Pertanian Kota Kendari, disini kan ada Bidang Perkebunan dan Holtikultura atau kami juga ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Tanaman (BBT) yang terletak di Anggoeya, jadi supaya rapi administrasi, silahkan bersurat atau bisa juga datang langsung ke Kantor Dinas Pertanian Kota Kendari, kita akan layani,”pungkasnya.(ADV)






