#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Tekan Inflasi, Pemkot Kendari Gelar Gerakan Pangan Murah di Kantor Balai Kota

×

Tekan Inflasi, Pemkot Kendari Gelar Gerakan Pangan Murah di Kantor Balai Kota

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025 dan menekan inflasi daerah serta menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan Kendari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pemberian Bantuan Pangan, bertempat di Halaman Kantor Balai Kota Kendari, Senin (6/10/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari mulai 6-9 Oktober 20025 tersebut, dibuka langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran. Turut hadir Wakil Wali Kota Kendari, pimpinan Forkopimda Kota Kendari, Ketua Komisi II DPRD Kendari, Bulog, BAZNAS Kota Kendari, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD Lingkup Pemkot Kendari, Camat dan Lurah serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutanya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menghadapi tantangan inflasi yang kerap dipicu oleh fluktuasi harga bahan pokok.

Ia menegaskan, menjaga kestabilan harga pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Setiap minggu kami, para kepala daerah, dikumpulkan oleh pemerintah pusat melalui Zoom meeting untuk membahas inflasi, karena ini menyangkut kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Meski diakui bahwa Kota Kendari belum dapat mencapai swasembada pangan karena keterbatasan lahan, namun berkat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, harga pangan di Kota Kendari tetap stabil. Bahkan, tingkat inflasinya tercatat berada di bawah target nasional.

Sejak awal tahun 2025, Pemerintah Kota Kendari telah melaksanakan 78 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah. Program ini tidak hanya menghadirkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan subsidi dan bantuan langsung bagi warga berpenghasilan rendah yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga meminta lurah dan camat untuk aktif memantau kondisi warganya.

“Kalau ada masyarakat yang kesulitan makan, segera laporkan. Pemerintah harus hadir, karena yang utama adalah masyarakat bisa makan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Kendari turut memberikan apresiasi kepada Bulog, UMKM, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan pangan murah, yang dinilai berperan penting dalam menekan angka kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa sejak Februari hingga awal Oktober 2025, telah dilaksanakan 77 kali kegiatan GPM, baik yang dibiayai melalui APBD, kerja sama dengan Bank Indonesia Sultra, maupun GPM Mandiri.

“GPM ini merupakan bagian dari sinergi pengendalian inflasi daerah berbasis pangan atau Seindah, yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah,”ujarnya.

Hingga kini, di Kota Kendari telah terbentuk 129 kios pangan modern yang menjual beras SPHP seharga Rp62.500 per 5 kilogram. Keberadaan kios-kios ini terbukti membantu menurunkan harga beras di pasaran.

Berdasarkan verifikasi Badan Pangan Nasional, Kota Kendari menempati posisi teratas di Sulawesi Tenggara dan peringkat kedua nasional setelah Kota Malang dalam jumlah kios pangan terbanyak.

Diakhir sambutannya, dia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kendari, Bank Indonesia, Bulog, Baznas, dan para pelaku UMKM atas dukungan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Semoga kegiatan pangan murah ini membawa manfaat besar bagi masyarakat,”tutupnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id