#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Tekan Inflasi, Pemkot Kendari Panen Jagung Seluas 2 Hektare di Kelurahan Watulondo

×

Tekan Inflasi, Pemkot Kendari Panen Jagung Seluas 2 Hektare di Kelurahan Watulondo

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pertanian Kendari terus melakukan upaya agar dapat menekan angka inflasi dengan melakukan penanaman dengan metode membentuk kelompok tani di wilayah Kota Kendari.

Upaya membentuk kelompok tani akhirnya membuahkan hasil, kini kelompok tani (Poktan) Punyak Hayati Kelurahan Watulondo Kecamatan Puuwatu melakukan panen Komoditi Jagung pakan ternak yang dihadiri langsung Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur, bersama Polresta Kendari, BPS Kota Kendari dan Bulog.

 

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur mengungkapkan bahwa jagung yang dipanen itu merupakan jagung pakan untuk memenuhi permintaan bahan pakan ternak yang ada di Kota Kendari.

“Luas lahannya dua hektare. Dan hasil produktivitasnya enam ton per hektare,” ucap Makmur.

Makmur menjelaskan bahwa dalam proses pengelolaan lahan tersebut pihaknya menggandeng para petani lokal untuk pemberian bibit, perawatan lahan hingga proses panen guna mendukung menyukseskan ketahanan pangan nasional.

Ia mengungkapkan bahwa kelompok tani yang selama ini melakukan aktivitas budidaya tanaman jagung tersebut merupakan kelompok tani binaan Dinas Pertanian Kota Kendari.

“Kami berterima kasih kepada kelompok tani yang berada di Kelurahan Watulondo dan di tempat lain, semoga bisa selalu mendukung program-program pemerintah bukan hanya dalam hal pertanian,”imbuhnya.

 

Siapkan 400 Hektare Lahan Tanam Jagung

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari terus mendukung program swasembada pangan nasional dengan menyiapkan sekitar 400 hektare lahan kosong untuk ditanami jagung. Dari total lahan tersebut, hanya sekitar 240 hektare yang diintervensi stimulan pemerintah pada tahun 2025.

Kepada Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur mengatakan bahwa target penanaman jagung tahun ini mencakup lahan milik petani yang telah terdaftar. Untuk mendukung program tersebut, dinas mengajukan bantuan benih ke Kementerian Pertanian, sementara pupuk bersubsidi disalurkan melalui kelompok tani sesuai dengan data petani yang terverifikasi.

“Lahan yang digunakan merupakan milik petani. Kami telah mengajukan bantuan benih dari pemerintah pusat, sedangkan pupuk bersubsidi akan didistribusikan sesuai dengan data kelompok tani yang sudah terdaftar,” ujarnya.

Untuk pengadaan benih jagung pakan, Dinas Pertanian Kota Kendari mendapatkan bantuan dari Gugus Tugas Provinsi yang tangani oleh Polri seluas 200 hektare dan sisanya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Persebaran lahan penanaman mencakup 10 kecamatan. Kecamatan Puuwatu menjadi wilayah dengan area penanaman terluas mencapai kurang lebih 100 hektare, disusul Kecamatan Poasia.

Saat ini, Dinas Pertanian sudah mengajukan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) ke pemerintah pusat sesuai dengan kebutuhan benih. CPCL hanya diajukan untuk pengadaan benih, sementara distribusi pupuk bersubsidi mengacu pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Petani yang ingin memperoleh pupuk bersubsidi wajib terdaftar dalam kelompok tani dan menginput data melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simultan). Pupuk bersubsidi diberikan dengan batasan maksimal untuk lahan seluas dua hektare per petani.(adv)

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id