Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menguatkan komitmennya dalam upaya menekan dan memutus rantai stunting di daerah itu.
Salah satu cara program yang dilakukan yakni menggencarkan program Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting).
Dalam menekan angka stunting, Pemkot Kendari tidak hanya menyasar angka atau prsentase stunting, tetapi terlebih utama adalah menyentuh akar persoalan gizi, edukasi, hingga sanitasi keluarga.
Masalah stunting kini tak bisa lagi dipandang semata sebagai isu kesehatan. Ia adalah ancaman multidimensi, menyentuh kualitas SDM, masa depan generasi, hingga daya saing bangsa. Pemerintah Kota Kendari, melalui program-program strategis, telah menempatkan isu stunting sebagai prioritas utama sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (dalduk) dan Keluarga Berencana Kota Kendari, Jahudding, di Kendari, Selasa (22/7/25) mengatakan program Genting mulai menunjukkan hasil positif.
Angka stunting di Kota Kendari perlahan menurun, meski belum berada di zona aman. Karena itu, pihaknya mengingatkan semua pihak agar tidak lengah dan terus menjaga semangat gotong royong lintas sektor.

Saat ini terdapat 1.018 keluarga yang teridentifikasi memiliki risiko tinggi stunting. Identifikasi dilakukan berdasarkan enam indikator utama, termasuk akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan kondisi kehamilan berisiko seperti “4 terlalu” (terlalu muda/tua, terlalu sering, dan terlalu banyak anak).
“Setiap keluarga ini tidak hanya didampingi, tapi dijangkau secara holistik oleh berbagai sektor, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Perjuangan ini belum selesai. Target kita adalah menekan angka stunting hingga 14 persen secara nasional. Tanpa sinergi semua pihak, angka hanyalah angka. Tetapi jika kita bergerak bersama, itu akan jadi perubahan nyata,” tegasnya,” kata Jahudding.
Dengan pendekatan whole of government dan whole of society, Kota Kendari kini menatap 2025 dengan langkah yang lebih pasti. Bukan hanya mengejar target nasional, tetapi menanam pondasi bagi generasi Kendari yang tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Ia menejlaskan, stunting tidak hanya terlihat dari tinggi badan anak yang pendek. Lebih dari itu, stunting adalah gambaran ketimpangan gizi kronis yang berdampak panjang pada pendidikan, kecerdasan, hingga produktivitas anak di masa mendatang.
“Program Genting mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Tidak hanya dalam bentuk bantuan gizi, tetapi juga edukasi pola asuh, pemantauan kehamilan, dan dukungan untuk menjaga jarak kelahiran,” katanya.
Berdasarkan data terkini dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, angka stunting di Kota Kendari masih berada di angka 25,7 persen. Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat angka yang lebih rendah, yakni 20 persen. Meski terjadi penurunan, capaian itu belum mencapai target nasional 2025, yakni 18,8 persen.
Menanggapi hal tersebut kata Jahudding, Pemerintah Kota Kendari menyiapkan strategi terpadu yang menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat. Mulai dari pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, peningkatan kualitas layanan posyandu dan puskesmas, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak.
Namun, intervensi saja tidak cukup, karena yang terpenting lagi adalah kolaborasi lintas sektor dan evaluasi menyeluruh terhadap program setiap OPD adalah kunci.
Jahudding menekankan pentingnya pemanfaatan data keluarga berisiko stunting secara presisi dan menyeluruh, agar setiap langkah benar-benar menyasar kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Irmawati, menegaskan bahwa DPRD mendukung terhadap upaya Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) dalam mengatasi masalah stunting. Dukungan tersebut terwujud dalam bentuk sosialisasi, penganggaran, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“DPRD Kota Kendari mendukung sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan oleh Pemkot, seperti sosialisasi pentingnya gizi, ASI eksklusif, dan MPASI yang bergizi,”ungkapnya
Lebih lanjut, politisi Partai Nasdem ini mengatakan DPRD Kota Kendari turut mendukung penganggaran APBD untuk program percepatan penurunan stunting, yang menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mengatasi masalah ini.
“DPRD Kota Kendari mendorong kolaborasi antar instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, dan kelurahan, untuk menjalankan program percepatan penurunan stunting,” tambahnya lagi.






