#Headline

Terendam Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Sulawesi Tenggara Gagal Panen

×

Terendam Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Sulawesi Tenggara Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Sawah terendam banjir. Foto: Dok. Kompas.com/Kiki Andi Pati.

Kendari – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Mei 2026 berdampak serius terhadap sektor pertanian. Ribuan hektare sawah dilaporkan terendam, bahkan puluhan hektare di antaranya dipastikan mengalami gagal panen.

Data Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra mencatat, total lahan sawah terdampak banjir mencapai 2.336 hektare dari total area tanam sekitar 10.600 hektare. Artinya, sekitar 22 persen lahan pertanian di Sultra ikut terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Wilayah dengan dampak terparah berada di Kabupaten Konawe yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sultra. Di daerah itu, sedikitnya 1.096 hektare sawah terendam banjir.

Selain Konawe, banjir juga merendam 639 hektare sawah di Kolaka Timur (Koltim), 288 hektare di Konawe Selatan, 151 hektare di Kota Kendari, 112 hektare di Kolaka, serta 50 hektare di Kota Baubau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Sultra, Prof Muhammad Taufik, mengatakan sebagian lahan mulai menunjukkan pemulihan setelah intensitas hujan berangsur menurun.

“Hampir 200 hektare lahan yang sebelumnya terendam kini mulai pulih,” kata Taufik saat diwawancarai di kantornya, Selasa (19/5) dikutip dari Tribunewssultra.

Meski begitu, tidak semua sawah bisa diselamatkan. Distanak mencatat sekitar 77 hektare lahan sudah masuk kategori puso atau gagal panen total.

Menurut Taufik, kondisi tanaman sangat menentukan peluang pemulihan. Sawah yang padinya masih berdiri atau standing crop masih berpotensi pulih setelah genangan surut. Namun lahan yang sudah puso harus dilakukan penanaman ulang.

“Kalau padi hanya terendam dan tanamannya masih berdiri, ketika hujan berkurang masih bisa recovery. Tetapi kalau sudah puso tidak bisa lagi, harus tanam kembali,” jelasnya.

Untuk menekan potensi penurunan produksi pangan akibat banjir, bantuan benih dari Kementerian Pertanian mulai disalurkan ke daerah terdampak. Bantuan diprioritaskan bagi petani yang lahannya mengalami gagal panen total.

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id