#HeadlineNasional

The Motion Tracker Jadi Upaya Indonesia Lacak Implementasi Komitmen FP 2030 dan Komitmen Every Woman Every Child

×

The Motion Tracker Jadi Upaya Indonesia Lacak Implementasi Komitmen FP 2030 dan Komitmen Every Woman Every Child

Sebarkan artikel ini

Jakarta, portal.id — BKKBN bersama Yayasan Cipta menyelenggarakan diseminasi hasil dan diskusi terkait strategi untuk mencapai komitmen kemitraan global Keluarga Berencana Family Planning 2030 (FP2030) yang telah ditetapkan pada 1 Agustus 2022 dan komitmen global Every Woman Every Child (EWEC) dalam rangka meningkatkan kualitas kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dan kesehatan reproduksi.

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, MRepSc, PhD mengatakan bahwa pada pertemuan ini dibahas data baseline indikator proses FP2030 hasil pengukuran motion tracker yang akan menjadi acuan bagi seluruh lintas sektor para mitra FP2030 untuk merumuskan dan melaksanakan program kegiatan pembangunan Pemerintah RI yang berkaitan dengan komitmen FP2030 secara komprehensif, terstruktur dan terukur.

“Menurut pengukuran motion tracker, terdapat beberapa indikator yang on track atau sesuai proyeksi indikator tahun berjalan, namun ada beberapa pula indikator yang masih not on track atau memerlukan perhatian lebih dalam untuk mencapai indikator yang diharapkan di tahun 2030,” katanya.

Goal atau tujuan utama dari FP2030 adalah menurunkan unmetneed dibidang KB bagi pasangan usia subur di Indonesia. Sedangkan komitmen global yang tidak kalah penting EWEC (Every Women Every Child) yang berkaitan dengan isu kematian ibu dan anak.

Yayasan Cipta memfasilitasi seluruh pemangku kepentingan dan pelaksana FP 2030 didukung Population Action International (PAI) dan Samasha. The Motion Tracker dikembangkan oleh Samasha untuk melacak komitmen FP2030 di Indonesia yang secara efektif menerjemahkan komitmen global menjadi tindakan lokal dengan mendorong partisipasi dan keterlibatan mitra untuk mencapai FP2030 dan EWEC.

Executive Director Yayasan Cipta Dini Haryati dalam paparannya menjelaskan 6 langkah The Motion Tracker.

“6 langkah The Motion Tracker adalah identifikasi komitmen, klasifikasi komitmen, dekonstruksi komitmen, kategorisasi komitmen, pengembangan indikator kinerja komitmen, dan implementasi dengan keterlibatan mitra yang ditargetkan,” tuturnya.

Sepuluh (10) komitmen FP2030: 1) Pelayanan KB sukarela berbasis hak, 2) Peran swasta dalam KB, 3) Pembiayaan KB, 4) Pemanfaatan data, 5) Mitigasi kedaruratan/bencana, 6) Kespro remaja, 7) Peran masyarakat madani, 8) Integrasi program gizi termasuk stunting, 9) HIV AIDS dan infeksi menular seksual, serta 10) Peran Kerjasama Selatan-Selatan.

Sedangkan komitmen Indonesia dalam EWEC sebagai berikut: (1) Pelaksanaan regulasi dan tata kelola institusi yang mencakup regulasi kesehatan reproduksi dan rencana tindakan neonatal 2015-2030; (2) Menguatkan proses dan strategi intervensi yang mencakup kerangka keuangan serta manajemen tenaga kerja kesehatan; (3) Kontinum pelayanan, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi kematian ibu dan bayi dalam seluruh fase kehidupan manusia; (4) Indonesia terus memastikan penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Acara Forum Konsolidasi: Komitmen Global (FP 2030 dan EWEC) dalam Mendukung Kualitas Layanan KB dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia dilaksanakan pada Selasa (18/07/2023) di Hotel Whyndam Cassablanca, Jakarta. Diskusi ini diikuti oleh BKKBN, UNFPA, Kementerian Kesehatan, Bappenas, IPAS, Global Affairs Canada, perwakilan Youth focal point FP 2030, IBI, Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA), perwakilan Aisyiyah dan lainnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id