#HeadlineFokus RedaksiKesraSulawesi Tenggara

Tumbuhkan Nilai Cinta dalam Pendidikan, Kanwil Kemenag Sultra Gelar Implementasi KBC

×

Tumbuhkan Nilai Cinta dalam Pendidikan, Kanwil Kemenag Sultra Gelar Implementasi KBC

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Kakanwil Kemenag Provinsi Sultra, H. Muhamad Saleh hadir memberikan sambutan pada kegiatan Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang di buka secara virtual Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, Hj. Nyayu Khodijah, di Aula Hotel Fortune Kendari, Jum’at (5/9/2025).

Hadir secara virtual sebagai Narasumber Kasubdit KSKK Madrasah, H. Abdul Basit. Turut hadir Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sultra, Hj. Sitti Mardawiyah Kasim bersama Katim Kerja, JFT dan Pelaksana, Narasumber dari MAN Sidoarjo dan MTsN 1 Kota Kediri bersama tim, serta Kepala Madrasah dan Guru Madrasah se Prov. Sultra.

Kakanwil mengatakan, Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna, menyentuh hati dan mendidik generasi yang berakhlak mulia.

“Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga proses menumbuhkan kasih sayang, kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Kakanwil.

Saleh mengatakan, KBC meneguhkan kembali bahwa pendidikan harus berlandaskan cinta: Cinta Kepada Sang Pencipta. Cinta Kepada Diri Sendiri dan Sesama. Cinta Lingkungan. Cinta Kepada Ilmu Pengetahuan dan yang terakhir Cinta Kepada Bangsa dan Negara.

Saleh menyebut, melalui pendekatan ini, para guru diharapkan tidak hanya menjadi pengajar (mu’allim), tetapi juga pendidik (murabbi), teladan dan inspirasi bagi peserta didik. Anak-anak didik harus merasakan bahwa Sekolah Umum dan Madrasah adalah rumah kasih sayang, tempat mereka bertumbuh dengan bahagia, berkarakter dan berprestasi.

Menurut Saleh, Bimtek ini merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam mewujudkan transformasi pendidikan Madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta juga sejalan dengan Program Prioritas Kemenag, khususnya dalam poin Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan dan pada poin Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi.

“Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan hasil bimtek sebagai bekal untuk diterapkan di Madrasah masing-masing. Bangunlah budaya belajar yang menyenangkan dan penuh kasih sayang dan jadilah guru yang mendidik dengan hati, bukan hanya dengan metode,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, Hj. Nyayu Khodijah menyampaikan, saat ini Madrasah dengan slogannya maju, bermutu dan mendunia sudah menjadi destinasi pendidikan masyarakat Indonesia. Madrasah dengan kualitasnya, sudah bisa bersaing dengan sekolah umum.

Terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, Nyayu menilai hal tersebut adalah gagasan yang luar biasa. KBC yang menitik beratkan Panca Cinta, menurutnya bisa menjadi ruh disemua bidang kehidupan.

Dirinya lantas mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, dalam mensosialisasikan KBC di seluruh wilayah Madrasah di Sultra. Bahkan terkait KBC ini, Kanwil Kemenag Sultra juga telah melakukan penandatanganan MoU bersama Diknas Sultra dalam rangka penerapan KBC di Sekolah umum se Sultra.

Dirinya berharap, kurikulum yang dikeluarkan oleh Kemendikdasmen dan Kemenag bisa berjalan beriringan. Karena menurutnya, Madrasah dan Sekolah Umum yang sudah mengintegrasikan kedua kurikulum rersebut, akan punya keunggulan dibandingkan dengan sekolah yang hanya menerapkan kurikulum yang berbasis pada pembelajaran mendalam saja.

“Ini bukan hanya menjadi inti dari proses pendidikan, tapi KBC adalah inti dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Ini sangat penting dan bermanfaat bagi dunia pendidikan masa depan, terlebih dalam menyongsong Era Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id